Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Agustus 2025 | 02.56 WIB

Kredit di Perbankan RI Tembus Rp 8.059 Triliun, Paling Banyak untuk Kebutuhan Investasi Tambang

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam paparan rapat dewan komisioner bulanan, Senin (2/6). (Foto: Youtube OJK TV)

JawaPos.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja kredit di Perbankan Republik Indonesia (RI) tembus sebesar Rp 8.059,79 triliun per Juni 2025. Angka ini tercatat tumbuh 7,7 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

"Kredit tumbuh sebesar 7,77 persen year-on-year (yoy) menjadi sebesar Rp8.059,79 triliun," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK yang dipantau secara daring, Senin (4/8).

Lebih lanjut, Dian menyampaikan berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi sebesar 12,53 persen. Kemudian, diikuti oleh kredit konsumsi sebesar 8,49 persen, sedangkan kredit modal kerja tumbuh 4,45 persen year-on-year.

Ditinjau dari kepemilikan, kredit dari bank umum swasta nasional domestik tumbuh paling tinggi yaitu sebesar 10,78 persen year-on-year (yoy).

"Dari kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 10,78 persen, sementara kredit UMKM tumbuh sebesar 2,18 persen," jelasnya.

Di tengah upaya perbankan yang berfokus pada pemulihan kualitas kredit UMKM. Jika dilihat berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit ke beberapa sektor tersebut tumbuh tinggi secara tahunan mencapai double digit.

"Sektor pertambangan dan penggalian tersebut tumbuh 20,69 persen, sektor jasa tumbuh 19,17 persen, sektor transportasi dan komunikasi tumbuh 17,94 persen, serta sektor listrik, gas dan air tumbuh sebesar 11,23 persen," beber Dian.

Dian memastikan, penurunan BI Rate juga diikuti oleh penurunan suku bunga perbankan. Dibandingkan tahun sebelumnya, rata-rata tertimbang suku bunga kredit tercatat turun 11 basis point menjadi 8,99 persen, utamanya didorong oleh penurunan suku bunga kredit produktif.

Sementara itu, likuditas industri perbankan pada bulan Mei 2025 tetap memadai dengan rasio alat liquid ke non-core deposit atau AL/NCD, dan alat liquid dana pihak ketiga atau AL/DPK masih masing-masing sebesar 118,78 persen dan 27,05 persen, masih di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

Ada pun liquidity coverage ratio atau LCR berada di level 199,04 persen. Sedangkan kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL Gross sebesar 2,22 persen dan NPL Net sebesar 0,84 persen. Sementara Loan At Risk atau LAR menurun tercatat 9,73 persen, atau tercatat stabil seperti di level sebelum pandemi.

"Ketahanan perbankan juga tetap kuat tercermin dari permodalan untuk capital adequacy ratio yang berada di level tinggi sebesar 25,81 persen, menjadi bantaran mitigasi risiko yang kuat untuk mengantisipasi kondisi ketidakpastian global," pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore