
Direktur Utama BRI Hery Gunardi. (JawaPos.com)
JawaPos.com - Fundamental industri perbankan nasional hingga saat ini tetap menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi pasar keuangan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan tumbuh 9,98 persen secara tahunan atau year on year (yoy) hingga April 2026, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 11,40 persen.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana masyarakat tersebut menjadi indikator bahwa kepercayaan publik terhadap industri perbankan masih terjaga dengan baik.
“Pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap kuat menunjukkan kepercayaan publik terhadap industri perbankan masih terjaga dengan baik, sekaligus mencerminkan fungsi intermediasi yang berjalan efektif,” ujar Hery.
Hery menilai kinerja industri perbankan masih resilien di tengah berbagai tantangan ekonomi global. Menurutnya, sektor perbankan nasional tetap mampu mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif dengan kualitas aset yang terjaga.
Selain itu, kondisi likuiditas dan permodalan perbankan juga masih berada pada level yang kuat sehingga mampu menopang pertumbuhan bisnis sekaligus mendukung kebutuhan pembiayaan perekonomian nasional.
“Kepercayaan investor terhadap saham-saham perbankan nasional ditopang oleh kinerja industri yang tetap resilien di tengah dinamika ekonomi global. Industri perbankan masih mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif, kualitas aset yang terjaga, serta kondisi likuiditas dan permodalan yang kuat,” ujarnya.
Lanjutnya, bagi BRI, penguatan kepercayaan pasar dilakukan melalui kinerja yang konsisten. Perseroan terus fokus menjaga kualitas aset, memperkuat permodalan dan likuiditas, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.
Terkait wacana buyback saham emiten BUMN yang turut dibahas dalam pertemuan tersebut, Hery menegaskan setiap aksi korporasi akan dikaji secara cermat dan dijalankan sesuai ketentuan regulator.
“Terkait wacana buyback, setiap aksi korporasi tentu akan dikaji secara cermat dan dilaksanakan sesuai ketentuan regulator yang berlaku. Saat ini fokus utama kami tetap pada penguatan fundamental perusahaan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
