Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Agustus 2025 | 01.04 WIB

Utang Paylater Warga RI di Bank Tembus Rp 22,99 Triliun Per Juni 2025

Ilustrasi paylater. (Istimewa) - Image

Ilustrasi paylater. (Istimewa)

JawaPos.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa utang warga Republik Indonesia (RI) yang menggunakan layanan buy now pat layter (BNPL) atau paylater di perbankan pada Juni 2025 terus meningkat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan, per Juni 2025, bagi debit kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK, tumbuh sebesar 29,72 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).

"Secara total menjadi sebesar Rp 22,99 triliun dengan jumlah rekening mencapai Rp 26,96 juta," kata Dian Ediana Rae dalam konferensi pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Juli 2025 yang dipantau secara daring, Senin (4/8).

"Untuk porsi kredit buy now pay later atau BNPL, perbankan tercatat 0,28 persen dan mencatatkan pertumbuhan yang tinggi secara tahunan," tambahnya.

Sementara itu, pada bulan Mei 2025, OJK mencatat kredit masyarakat di perbankan tumbuh sebesar 7,77 persen year-on-year (yoy) menjadi sebesar Rp 8.059,79 triliun.

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi sebesar 12,53 persen, diikuti oleh kredit konsumsi sebesar 8,49 persen, sedangkan kredit modal kerja tumbuh 4,45 persen year-on-year.

Ditinjau dari kepemilikan bahwa umum swasta nasional domestik tumbuh paling tinggi yaitu sebesar 10,78 persen year-on-year dari kategori debitur. Dari data OJK tercatat, kredit korporasi tumbuh sebesar 10,78 persen, sementara kredit UMKM tumbuh sebesar 2,18 persen.

Adapun dilihat dari kualitas kreditnya, OJK memastikan tetap terjaga dengan rasio NPL Gross sebesar 2,22 persen dan NPL Net sebesar 0,84 persen. Sementara Loan At Risk atau LAR menurun tercatat 9,73 persen, atau stabil seperti di level sebelum pandemi.

"Ketahanan perbankan juga tetap kuat tercermin dari permodalan untuk capital adequacy ratio yang berada di level tinggi sebesar 25,81 persen, menjadi bantaran mitigasi risiko yang kuat untuk mengantisipasi kondisi ketidakpastian global," pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore