Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Juli 2025 | 02.54 WIB

Tarif Ekspor Indonesia ke AS 19 Persen, Menko Airlangga: Terendah Dibandingkan Negara ASEAN Lain

Airlangga Hartarto dalam konferensi pers usai menggelar Sosialisasi Kebijakan Tarif Resiprokal AS bersama dengan para eksportir, di Kantornya, Senin (21/7). (Nurul Fitriana/Jawapos) - Image

Airlangga Hartarto dalam konferensi pers usai menggelar Sosialisasi Kebijakan Tarif Resiprokal AS bersama dengan para eksportir, di Kantornya, Senin (21/7). (Nurul Fitriana/Jawapos)

JawaPos.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan bahwa tarif ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS) sebesar 19 persen merupakan terendah dibandingkan dengan ASEAN lain. 

Airlangga juga menyebut, tarif ekspor yang telah ditetapkan sebesar 19 persen itu merupakan hasil akhir dari negosiasi tingkat tinggi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden RI Prabowo Subianto. 

"Kami jelaskan bahwa angka 19 persen itu adalah perjanjian dari negosiasi tingkat tinggi antara Presiden Indonesia Pak Prabowo dan Presiden Amerika Donald Trump. Sehingga angka itu adalah sudah merupakan angka yang final dan binding," kata Airlangga dalam konferensi pers usai menggelar Sosialisasi Kebijakan Tarif Resiprokal AS bersama dengan para eksportir, di Kantornya, Senin (21/7). 

Lebih lanjut, Airlangga membeberkan bahwa tarif ekspor Indonesia ke AS menjadi terendah dibandingkan dengan negara ASEAN lain. Seperti misalnya, Vietnam dan Filipina yang dikenakan sebesar 20 persen. Lalu, ada Malaysia dan Brunei Darussalam yang dikenakan tarif ekspor sebesar 25 persen. 

"Kalau kita lihat angka-angka itu adalah angka yang terendah dibandingkan negara ASEAN yang lain, di mana Vietnam dan Filipina itu sampai saat sekarang adalah 20 persen, Malaysia dan Brunei adalah 25 persen," beber Airlangga. 

"Kemudian Kamboja 36 persen, dan Myanmar-Laos sebesar 40 persen. Dibandingkan Thailand juga 36 persen dan Kamboja. Dibandingkan pesaing untuk tekstil, produk tekstil, kita juga melihat seperti negara Bangladesh 35 persen, Sri Lanka 30 persen, Pakistan 29 persen, dan India 27 persen," pungkasnya. 

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan telah menyelesaikan kesepakatan penting terkait tarif dagang dengan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto. Dalam kesepakatan itu, Trump setuju untuk memberikan tarif impor AS dari Indonesia, atau ekspor Indonesia ke AS sebesar 19 persen. 

Sedangkan untuk ekspor AS ke Indonesia atau impor Indonesia dari AS disepakati sebesar 0 persen atau bebas tarif. Menurut Trump, kesepakatan yang telah diperoleh antara AS dan Indonesia ini menjadi pertama kalinya dalam sejarah. 

"Pagi ini menyelesaikan kesepakatan penting dengan Republik Indonesia setelah berbicara dengan Presiden mereka yang sangat dihormati Prabowo Subianto. Kesepakatan penting ini membuka seluruh pasar Indonesia ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam Sejarah," kata Trump seperti dikutip dalam akun media sosial resmi White House, Rabu (16/7). 

"Untuk pertama kalinya para peternak, petani, dan nelayan di Amerika Serikat akan memiliki akses lengkap dan total ke pasar Indonesia yang berpenduduk lebih dari 280 juta orang," tambahnya.

Sumber foto: Nurul Fitriana/JawaPos.com

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore