Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Juni 2025 | 23.29 WIB

Aryo Djojohadikusumo: Smelter Arsari Tambang Kini Disuplai 100 Persen oleh Pembangkit Listrik Energi Terbarukan

CEO Arsari Group, Aryo PS Djojohadikusumo. (Istimewa). - Image

CEO Arsari Group, Aryo PS Djojohadikusumo. (Istimewa).

JawaPos.com – PT Arsari Tambang berupaya menciptapkan operasi pertambangan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Perusahaan akan memperkuat komitmennya terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

CEO Arsari Group, Aryo PS Djojohadikusumo mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan pemanfaatan energi terbarukan di lini produksinya. Sehingga, tidak lagi mengandalkan bahan bakar fosil.

"Jika kita bicara net zero, tentu kita harus bicara soal penggunaan bahan bakar fosil. Dengan bangga saya sampaikan bahwa smelter Arsari Tambang kini disuplai 100 persen oleh listrik dari pembangkit energi terbarukan di Pulau Sumatra, seperti panas bumi dari Sarula dan pembangkit hidro di Aceh serta Sumatera Utara," ujar Aryo dalam Indonesia Critical Minerals Conference & Expo di Jakarta, Rabu (4/6).

Ia menambahkan, meskipun penggunaan energi terbarukan telah tercapai penuh di fasilitas smelter, tantangan masih tersisa—terutama pada konversi alat berat yang masih bergantung pada bahan bakar diesel.

Kendati demikian, dia optimis target net zero secara menyeluruh dapat dicapai dalam 5 hingga 10 tahun ke depan. Saat ini, ia memperkirakan progres perusahaan menuju target tersebut telah mencapai 60–70 persen.

"Kalau dibilang 100 persen, apakah kita puas? Tidak. Kita tidak boleh puas," tegasnya.

Tak hanya berfokus pada pengurangan emisi karbon, Aryo juga mencetak pencapaian bersejarah dalam upaya rehabilitasi lingkungan. Proyek rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di Krakas, Bangka Tengah, mencatat tingkat keberhasilan tertinggi dalam sejarah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dengan tingkat kelangsungan hidup pohon mencapai 91 persen.

"Kami tidak hanya menanam pohon biasa. Kami memilih pohon-pohon produktif seperti jambu mete, cemara udang, dan kayu putih agar bisa memberi manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar," jelas Aryo.

Lebih lanjut, Aryo mengatakan, Arsari Tambang menjadi pelopor dalam upaya pemulihan ekosistem laut. Perusahaan ini tercatat sebagai produsen timah pertama di Indonesia yang secara aktif menanam terumbu karang sebagai bagian dari reklamasi tambang laut, khususnya di kawasan Belinyu, Bangka Induk.

Di sektor pasar dan industri, perusahaan juga menunjukkan perkembangan positif. Dengan kapasitas produksi timah solder hingga 2.000 ton per tahun, Arsari Tambang menargetkan omzet minimal Rp1 triliun. Selain memenuhi permintaan ekspor ke Tiongkok, pasar domestik juga menunjukkan pertumbuhan signifikan—terutama dari perusahaan-perusahaan elektronik di Batam, seperti Schneider Electric dan Bolex.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore