Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Mei 2025 | 15.37 WIB

Harga Emas Dunia Naik, Terdorong Melemahnya Dolar dan Penurunan Peringkat AS

Harga emas dunia naik. (Dok JawaPos.com)

JawaPos.com - Harga emas dunia bergerak naik pada hari Senin (19/5) atau Selasa (20/5) pagi waktu Indonesia didorong oleh melemahnya dolar dan permintaan aset safe haven setelah Moody's menurunkan peringkat kredit pemerintah Amerika Serikat (AS).

Melansir Reuters, harga emas spot naik sebesar 0,9 persen menjadi USD 3.229,51 per ons. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup 1,5 persen lebih tinggi menjadi USD 3.233,5.

Peningkatan harga emas ini didorong oleh Moody's yang memangkas peringkat Amerika Serikat menjadi "Aa1" dari "Aaa". Adapun alasannya karena utang dan bunga yang meningkat secara signifikan lebih tinggi dibandingkan negara-negara berdaulat yang memiliki peringkat serupa.

"Secara keseluruhan, selama beberapa bulan ke depan, saya pikir emas adalah taruhan yang aman mengingat penurunan peringkat Amerika Serikat," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Sementara itu, indeks dolar AS (.DXY) mencapai level terendah sejak 8 Mei, sedangkan indeks utama Wall Street merosot. Mata uang AS yang lebih lemah membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Di sisi lain, pasar keuangan juga sedikit terguncang ketika Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa Presiden Donald Trump akan mengenakan tarif resiprokal pada tanggal 2 April jika mitra dagang tidak bernegosiasi dengan itikad baik.

Adapun emas yang dianggap sebagai aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, telah mencapai beberapa rekor tertinggi tahun ini. Bahkan tercatat sudah naik 23,1 persen sepanjang tahun ini.

Salah satu Perbankan AS, Goldman Sachs sendiri mempertahankan proyeksi harga emas tembus sebesar USD 3.700/toz pada akhir tahun dan USD 4.000/toz pada pertengahan 2026.

Sementara itu, harga perak spot naik 0,3 persen menjadi USD 32,36 per ons, sementara paladium naik 1,1 persen menjadi USD 998,26.

Sedangkan, Platinum naik 1,4 persen menjadi USD 974,50 seiring dengan permintaan perhiasan platinum di Tiongkok bangkit kembali setelah penurunan selama satu dekade. Hal ini berkontribusi terhadap defisit platinum global yang lebih dalam dari perkiraan tahun ini.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore