Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Mei 2025 | 02.35 WIB

Meutya Hafid Minta Perusahaan Kurir Layani Daerah Pelosok, Minimal Jangkau 50 Persen Provinsi di Indonesia

ILUSTRASI: Kurir pengiriman paket. (Pexels)

JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi meluncurkan Peraturan Menteri (Permen) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Layanan Pos Komersial. Tujuan Permen untuk melakukan penyehatan pada industri pos dan kurir.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, di balik peresmian Permen itu pihaknya telah menyadari bahwa Indonesia telah memasuki fase penting dalam penguatan ekosistem pos kurir dan logistik nasional.

Bahkan, industri ini bukan hanya menjadi tulang punggung dari distribusi barang, tapi juga menjadi pondasi dalam mendukung ketahanan ekonomi. “Sekali lagi, kenapa industri ini penting karena terkait dengan ketahanan ekonomi, ketahanan pangan dan penguatan kedaulatan digital Indonesia,” kata Meutya di Kantor Komdigi, Jumat (16/5).

Meutya menjelaskan, regulasi ini menghadirkan lima poin utama untuk memperkuat ekosistem logistik secara menyeluruh. Yang pertama adalah memperluas jangkauan layanan secara kolaboratif dalam 1,5 tahun ke depan.

“Sekali lagi kita berikan waktu 1,5 tahun ke depan, kami targetkan kolaborasi antar pelaku industri bisa menjangkau 50 persen provinsi di Indonesia. Ini prinsip inklusivitas, jadi tidak hanya di beberapa daerah saja tapi harus 50 persen provinsi di Indonesia, sehingga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat hingga ke pelosok negeri,” jelas dia.

Kemudian, poin kedua yakni mengatur mengenai peningkatan kualitas layanan dan perlindungan terhadap konsumen. Komdigi mendorong adanya status layanan yang terukur sehingga masyarakat bisa dengan mudah memilih layanan yang aman dan terpercaya.

“Jadi, Permen ini juga consumer oriented, kita sudah melihat betul dampak baik terhadap industri maupun juga terhadap konsumen,” jelas politisi Partai Golkar ini.

Meutya menjelaskan, yang ketiga yakni membangun ekosistem industri yang lebih kuat dan efisien. Menurut dia, ekosistem yang sehat tak diukur dari siapa yang paling besar, tetapi seberapa banyak yang bisa bertumbuh bersama.

“Karena itu, kita mendorong ada pemanfaatan bersama infrastruktur atau infrastructure sharing, sehingga ekosistem ini bisa berjalan bersama artinya yang kuat membawa yang lebih tidak kuat ya supaya semuanya bisa sama-sama kuat,” jelas dia.

Keempat yakni menjaga iklim usaha yang sehat dengan semangat keadilan dan keseimbangan. Bahkan, Komdigi telah membangun kerangka monitoring yang transparan untuk memastikan setiap pelaku usaha besar ataupun kecil punya kesempatan yang setara untuk tumbuh. 

Selanjutnya, poin terakhir yakni adopsi teknologi yang ramah lingkungan. Alhasil, Permen ini harus visioner ke depan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

“Kita yakini bahwa industri ini juga harus beralih ke green logistics dan ini bukan hanya sebagai tuntutan zaman, tapi sebagai tanggung jawab kita,” tutupnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore