ILUSTRASI: Kurir pengiriman paket. (Pexels)
JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi meluncurkan Peraturan Menteri (Permen) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Layanan Pos Komersial. Tujuan Permen untuk melakukan penyehatan pada industri pos dan kurir.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, di balik peresmian Permen itu pihaknya telah menyadari bahwa Indonesia telah memasuki fase penting dalam penguatan ekosistem pos kurir dan logistik nasional.
Bahkan, industri ini bukan hanya menjadi tulang punggung dari distribusi barang, tapi juga menjadi pondasi dalam mendukung ketahanan ekonomi. “Sekali lagi, kenapa industri ini penting karena terkait dengan ketahanan ekonomi, ketahanan pangan dan penguatan kedaulatan digital Indonesia,” kata Meutya di Kantor Komdigi, Jumat (16/5).
Meutya menjelaskan, regulasi ini menghadirkan lima poin utama untuk memperkuat ekosistem logistik secara menyeluruh. Yang pertama adalah memperluas jangkauan layanan secara kolaboratif dalam 1,5 tahun ke depan.
“Sekali lagi kita berikan waktu 1,5 tahun ke depan, kami targetkan kolaborasi antar pelaku industri bisa menjangkau 50 persen provinsi di Indonesia. Ini prinsip inklusivitas, jadi tidak hanya di beberapa daerah saja tapi harus 50 persen provinsi di Indonesia, sehingga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat hingga ke pelosok negeri,” jelas dia.
Kemudian, poin kedua yakni mengatur mengenai peningkatan kualitas layanan dan perlindungan terhadap konsumen. Komdigi mendorong adanya status layanan yang terukur sehingga masyarakat bisa dengan mudah memilih layanan yang aman dan terpercaya.
“Jadi, Permen ini juga consumer oriented, kita sudah melihat betul dampak baik terhadap industri maupun juga terhadap konsumen,” jelas politisi Partai Golkar ini.
Meutya menjelaskan, yang ketiga yakni membangun ekosistem industri yang lebih kuat dan efisien. Menurut dia, ekosistem yang sehat tak diukur dari siapa yang paling besar, tetapi seberapa banyak yang bisa bertumbuh bersama.
“Karena itu, kita mendorong ada pemanfaatan bersama infrastruktur atau infrastructure sharing, sehingga ekosistem ini bisa berjalan bersama artinya yang kuat membawa yang lebih tidak kuat ya supaya semuanya bisa sama-sama kuat,” jelas dia.
Keempat yakni menjaga iklim usaha yang sehat dengan semangat keadilan dan keseimbangan. Bahkan, Komdigi telah membangun kerangka monitoring yang transparan untuk memastikan setiap pelaku usaha besar ataupun kecil punya kesempatan yang setara untuk tumbuh.
Selanjutnya, poin terakhir yakni adopsi teknologi yang ramah lingkungan. Alhasil, Permen ini harus visioner ke depan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.
“Kita yakini bahwa industri ini juga harus beralih ke green logistics dan ini bukan hanya sebagai tuntutan zaman, tapi sebagai tanggung jawab kita,” tutupnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
