
Pesawat Garuda Indonesia terparkir di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (10/12/2024). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Jagat maya belum lama ini diramaikan dengan unggahan viral yang memperlihatkan daftar 14 rekrutmen baru maskapai Garuda Indonesia. Diketahui, 14 orang tersebut merupakan mantan pegawai maskapai lainnya, Lion Air Group.
Postingan ini menghebohkan publik lantaran 14 orang tersebut mendapatkan gaji yang sangat fantastis, mulai dari Rp 25 juta hingga Rp 117 juta.
Rekrutmen ini menimbulkan gejolak internal. Penolakan keras datang dari Sekretariat Bersama Serikat Karyawan Garuda Indonesia yang terdiri dari Asosiasi Pilot Garuda (APG), Serikat Karyawan Garuda Indonesia (SEKARGA) dan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI). Mereka sempat melayangkan surat protes kepada Dirut Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Panjaitan pada 5 Maret lalu dengan tuntutan menonaktifkan 14 rekrutmen anyar tersebut.
Untuk diketahui, sebelum bergabung dengan Garuda Indonesia pada November 2024, Wamildan Tsani Panjaitan sendiri merupakan Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Lion Air.
"Kami telah mengirimkan surat kepada Bapak Wamildan Tsani Panjaitan mengenai kontroversi rekrutmen dan penempatan mantan karyawan Group Lion Air, serta menuntut agar 14 orang tersebut dinonaktifkan. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Bapak Wamildan Tsani Panjaitan," ujar Presiden APG, Capt. Ruli Wijaya dalam keterangan tertulis yang diterima.
Lantaran belum kunjung mendapatkan respons, Ruli dan para anggota serikat karyawan pun meminta atensi dan solusi dari Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri BUMN Erick Thohir.
"Kami memohon perhatian dari Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan solusi dari Bapak Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, atas permasalahan ini guna memulihkan kepercayaan masyarakat dan investor serta stabilitas internal perusahaan," kata Ruli.
Ruli memaparkan, proses rekrutmen dan penempatan 14 orang tersebut dilakukan secara tidak transparan. Menurutnya, perekrutan belasan orang tersebut lebih bersifat politis ketimbang berdasarkan kebutuhan perusahaan semata.
"PT Garuda Indonesia telah memiliki Direksi yang kompeten, SDM internal yang berkualitas, berintegritas, dan loyal, serta telah bekerja sama dengan konsultan rekrutmen profesional. Rekrutmen ini berpotensi melanggar ketentuan internal dan prinsip Good Corporate Governance (GCG)," kata Ruli.
Baca Juga: Christian Eriksen Pamit dari MU, Tak Akan ke MLS atau Liga Denmark, Buka Peluang Kembali ke Ajax?
"Kebijakan ini menimbulkan keresahan di seluruh karyawan PT Garuda Indonesia yang saat ini menjaga produktivitas dalam menjaga keberlangsungan perusahaan, di mana terjadi kesenjangan antara 14 orang tersebut dengan karyawan internal, karena tidak sesuai dengan aturan jenjang karir di perusahaan," tambahnya.
Ruli juga menyesalkan kisruh internal ini meledak di media sosial. "Kami sangat prihatin dengan berita kontroversial di media sosial. Kepercayaan masyarakat dan investor terus menurun terhadap Garuda Indonesia semenjak polemik 14 orang tersebut ini beredar di media sosial," katanya.
Sebelumnya, Direktur Human Capital & Corporate Service Garuda Indonesia Enny Kristiani pada tanggal 5 Maret sudah memberikan tanggapan terkait viralnya polemik ini di media sosial.
Menurut Enny, ke-14 orang tersebut berstatus sebagai pegawai pro hire yang memiliki kontrak kerja. Proses penerimaannya juga dilakukan sesuai ketentuan rekrutmen kepegawaian yang berlaku di perusahaan.
Adapun 14 orang tersebut memiliki jabatan yang berbeda, yakni 9 orang sebagai CEO Office Specialist, 1 orang Senior Lead Professional, 2 orang Protokol Dirut dan 2 orang Protokol Ibu Dirut.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
