Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Maret 2025 | 20.17 WIB

Daya Beli Masyarakat Turun, Asuransi Jiwa Mampu Tumbuh Positif

Laporan kinerja industri asuransi jiwa 2024 di Rumah Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Jumat (28/2). (Agas Putra Hartanto/Jawa Pos) - Image

Laporan kinerja industri asuransi jiwa 2024 di Rumah Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Jumat (28/2). (Agas Putra Hartanto/Jawa Pos)

JawaPos.com–Dinamika perekonomian dunia maupun dalam negeri berdampak terhadap kinerja industri asuransi jiwa sepanjang 2024. Sejumlah indikator masih menunjukkan performa positif. Hanya saja, tidak dimungkiri tekanan terhadap daya beli masyarakat membuat jumlah polis asuransi jiwa berkurang.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatatkan total pendapatan senilai Rp 218,73 triliun sepanjang 2024. Menurun dibandingkan perolehan tahun lalu senilai Rp 220,38 triliun. Meski begitu, pendapatan premi masih tumbuh 4,3 persen secara tahunan senilai Rp 185,39 triliun.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menyampaikan, industri asuransi jiwa tetap tumbuh di tengah dinamika ekonomi global. Sepanjang 2024, pertumbuhan pendapatan premi didorong premi bisnis baru Rp 108,32 triliun dan premi lanjutan Rp 77,07 triliun.

”Yang masing-masing naik 4,3 persen (year-on-year),” kata Budi dalam laporan kinerja industri asuransi jiwa di Rumah AAJI, Jumat (28/2).

Dari sisi jenis produk, asuransi tradisional menjadi produk terlaris. Menggeser dominasi unit link. Tercermin dari premi asuransi tradisional tumbuh double digit 18,7 persen YoY menjadi Rp 110,36 triliun. Dengan kontribusi 59,5 persen dari total premi. Sementara 40,5 persen berasal dari unit link.

Dari sisi cakupan perlindungan, jumlah tertanggung industri asuransi jiwa melonjak 30,1 persen menjadi 154,64 juta orang. Didorong pertumbuhan segmen tertanggung kumpulan sebanyak 107,7 persen menjadi 133,05 juta orang. Meski demikian, total polis asuransi jiwa turun 1,3 persen YoY menjadi 21.382.908 orang.

”Kebutuhan asuransi jiwa belum menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Pelemahan daya beli, membuat masyarakat mengurangi kebutuhan di luar pokok,” terang Budi.

Meski, semakin besar cakupan masyarakat yang berhasil memiliki proteksi asuransi dengan bantuan fasilitas dari perusahaan atau organisasi. Ini mencerminkan peran industri dalam memberikan solusi perlindungan finansial yang lebih luas bagi masyarakat.

Ketua Bidang Produk, Manajemen Risiko, dan GCG AAJI Fauzi Arfan menyatakan, industri asuransi jiwa telah membayarkan Rp 160,07 triliun kepada 9,08 juta penerima manfaat. Lebih rinci, klaim meninggal dunia mencapai Rp 11,29 triliun, klaim akhir kontrak meningkat 13,9 persen YoY menjadi Rp 18,30 triliun, klaim surrender turun 13,3 persen YoY sebesar Rp 77,15 triliun, dan partial withdrawal naik 17 persen senilai Rp 19,87 triliun. Sementara klaim kesehatan naik 16,4 persen YoY menjadi Rp 24,18 triliun. 

”Kami optimistis bahwa dengan aturan baru OJK yang akan diterbitkan pada tahun ini, termasuk pengaturan lebih lanjut mengenai Coordination of Benefit (CoB), pengelolaan klaim kesehatan dapat lebih efisien. Hal ini akan memberikan kepastian bagi industri asuransi kesehatan swasta sekaligus memastikan manfaat perlindungan tetap optimal bagi masyarakat,” beber Fauzi.

Dalam kesempatan itu, Kepala Departemen Agency AAJI Wianto Chen menyoroti peningkatan total aset dan investasi dalam menjaga stabilitas keuangan jangka panjang. Total aset industri asuransi jiwa naik tipis 0,7 persen secara tahunan menjadi Rp 616,75 triliun. Salah satu pertumbuhan investasi terbesar berasal dari surat berharga begara (SBN). Tumbuh 11,9 persen dengan total Rp 205,03 triliun. Berkontribusi sebesar 37,9 persen dari total investasi.

Sementara itu, investasi di saham dan reksa dana masing-masing berkontribusi sebesar 24,7 persen dan 12,9 persen dari total portofolio investasi. ”Industri asuransi jiwa terus memainkan peran penting dalam perekonomian nasional, salah satunya melalui peningkatan investasi di SBN, yang tidak hanya mendukung stabilitas industri tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan nasional,” jelas Wianto.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore