Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Maret 2025 | 18.59 WIB

Di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Pengelola Danantara Perlu Komunikasi Publik yang Baik

Gedung Bank Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Cikini, Jakarta,  Senin, (25/2/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Gedung Bank Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Cikini, Jakarta, Senin, (25/2/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) lahir di tengah gejolak ekonomi global yang cenderung negatif. Di dalam negeri, kondisi perekonomian juga banyak tekanan.

Ke depannya, Danantara perlu mendapat sentimen positif publik. Ekonom Fakhrul Fulvian mendukung BPI Danantara dalam upaya percepatan pertumbuhan perekonomian Indonesia. Apalagi BPI Danantara diproyeksikan menjadi salah satu kekuatan perekonomian nasional.

"Untuk hal tersebut, dukungan masyarakat dan komunikasi yang baik sangat dibutuhkan di tengah gejolak ekonomi global. Kita bisa menghadapinya dengan baik dan dapat memberikan kesejahteraan rakyat," kata Fakhrul Fulvian dalam diskusi Danantara yang digelar Asta Cita Center di Jakarta pada Jumat (28/2).

Dia mengatakan, BPI Danantara dapat mengkomunikasikan strategi investasi dan rencana stategis pertumbuhan ekonomi nasional. Baginya pesan utama yang perlu disampaikan pengelola Danantara adalah apa manfaat mereka bagi masyarakat. "Masyarakat akan merasakan dampak apa dengan adanya Danantara. Ini penting," katanya.

Dia mencontohkan BPI Danantara bisa menyampaikan salah satu misi mereka adalah membuat BUMN tumbuh besar. Jika BUMN bisa tumbuh besar, maka peluang kerja ikut terbuka lebar. Maka dari itu, Danantara harus mengurangi penjelasan-penjelasan yang utopis.

Soal jenis investasi, Fakhrul mengatakan sudah ada beberapa yang bisa dikerjakan. Di antaranya adalah hilirisasi beberapa hasil tambang di Indonesia. Sebab permintaan secara global masih tinggi.

Investasi berikutnya di pasar saham Indonesia. Kebetulan saat ini kondisi pasar saham sedang lesu atau banyak yang turu. Sehingga bisa jadi mementum untuk berinvestasi saham.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Asta Cita Center M. Abdullah Syukri mengatakan mereka bersama GP Ansor berkomitmen mendukung BPI Danantara. Agar bisa menjaga pertumbuhan ekonomi nasional dengan mengaktivasi ruang publik sebagai wadah inklusif. Sehingga, ruang sosial, ekonomi dan politik bisa stabil.

Salah satu pertumbuhan ekonomi, investor masuk ke dalam negeri dengan melihat stabilitas politik dan sosial. "Jadi kami akan memperluas wadah-wadah inklusif yang bisa menghadirkan kritik atau masukan dilakukan dengan cara yang tepat," kata pria yang akrab disapa Gus Abe itu.

Di sisi yang lain, aktivitas-aktivitas organisasi saat ini didorong ke isu SDM dan ekonomi. Menurut Gus Abe, ini akan menjadi bottom line etis mereka sebagai bagian dari upaya memajukan Indonesia. Asta Cita Center sebagai lembaga think thank yang dapat mengkaji dan mensosialisasikan program kebijakan pemerintahan Prabowo.

Ansor fokus pengembangan SDM anak muda, termasuk juga merangsang kader untuk bergerak di bidang ekonomi. "Ini upaya-upaya etis yang bisa kami lakukan untuk menunjang ekonomi kader, yang diharapkan bisa memberikan sumbangsih kepada ekonomi nasional," tandasnya. Hilmi Setiawan

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore