
Gedung Bank Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Cikini, Jakarta, Senin, (25/2/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) lahir di tengah gejolak ekonomi global yang cenderung negatif. Di dalam negeri, kondisi perekonomian juga banyak tekanan.
Ke depannya, Danantara perlu mendapat sentimen positif publik. Ekonom Fakhrul Fulvian mendukung BPI Danantara dalam upaya percepatan pertumbuhan perekonomian Indonesia. Apalagi BPI Danantara diproyeksikan menjadi salah satu kekuatan perekonomian nasional.
"Untuk hal tersebut, dukungan masyarakat dan komunikasi yang baik sangat dibutuhkan di tengah gejolak ekonomi global. Kita bisa menghadapinya dengan baik dan dapat memberikan kesejahteraan rakyat," kata Fakhrul Fulvian dalam diskusi Danantara yang digelar Asta Cita Center di Jakarta pada Jumat (28/2).
Dia mengatakan, BPI Danantara dapat mengkomunikasikan strategi investasi dan rencana stategis pertumbuhan ekonomi nasional. Baginya pesan utama yang perlu disampaikan pengelola Danantara adalah apa manfaat mereka bagi masyarakat. "Masyarakat akan merasakan dampak apa dengan adanya Danantara. Ini penting," katanya.
Dia mencontohkan BPI Danantara bisa menyampaikan salah satu misi mereka adalah membuat BUMN tumbuh besar. Jika BUMN bisa tumbuh besar, maka peluang kerja ikut terbuka lebar. Maka dari itu, Danantara harus mengurangi penjelasan-penjelasan yang utopis.
Soal jenis investasi, Fakhrul mengatakan sudah ada beberapa yang bisa dikerjakan. Di antaranya adalah hilirisasi beberapa hasil tambang di Indonesia. Sebab permintaan secara global masih tinggi.
Investasi berikutnya di pasar saham Indonesia. Kebetulan saat ini kondisi pasar saham sedang lesu atau banyak yang turu. Sehingga bisa jadi mementum untuk berinvestasi saham.
Dalam kesempatan yang sama Direktur Asta Cita Center M. Abdullah Syukri mengatakan mereka bersama GP Ansor berkomitmen mendukung BPI Danantara. Agar bisa menjaga pertumbuhan ekonomi nasional dengan mengaktivasi ruang publik sebagai wadah inklusif. Sehingga, ruang sosial, ekonomi dan politik bisa stabil.
Salah satu pertumbuhan ekonomi, investor masuk ke dalam negeri dengan melihat stabilitas politik dan sosial. "Jadi kami akan memperluas wadah-wadah inklusif yang bisa menghadirkan kritik atau masukan dilakukan dengan cara yang tepat," kata pria yang akrab disapa Gus Abe itu.
Di sisi yang lain, aktivitas-aktivitas organisasi saat ini didorong ke isu SDM dan ekonomi. Menurut Gus Abe, ini akan menjadi bottom line etis mereka sebagai bagian dari upaya memajukan Indonesia. Asta Cita Center sebagai lembaga think thank yang dapat mengkaji dan mensosialisasikan program kebijakan pemerintahan Prabowo.
Ansor fokus pengembangan SDM anak muda, termasuk juga merangsang kader untuk bergerak di bidang ekonomi. "Ini upaya-upaya etis yang bisa kami lakukan untuk menunjang ekonomi kader, yang diharapkan bisa memberikan sumbangsih kepada ekonomi nasional," tandasnya. Hilmi Setiawan

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
