
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com–Pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) belum mampu mendongkrak kinerja saham mayoritas badan usaha milik negara (BUMN) yang dikelola. Indeks harga saham gabungan (IHSG) juga masih berada di zona merah. Seiring respons negatif masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.
”Sentimen negatif karena masyarakat khawatir terjadi korupsi,” kata analis pasar modal Hans Kwee kepada Jawa Pos.
Adanya Danantara, lanjut dia, seharusnya tidak dipandang negatif. Justru langkah ini bisa meningkatkan value badan usaha milik negara (BUMN). Serta mendorong kemajuan ekonomi Indonesia.
”Karena selama ini BUMN bagi dividen ke negara. Tapi sekarang dividennya pindah ke Danantara,” terang Hans Kwee.
Dengan perubahan Undang-Undang (UU) BUMN, Hans berharap menjadi suatu terobosan. Supaya Danantara bisa melipatgandakan perekonomian nasional. Tentunya melalui aset dari anak usaha yang diinvestasikan secara baik dan benar.
Selama ini BUMN sangat lekat dengan unsur politik. Untuk laporan misalnya, banyak. Harus menyampaikan ke Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan stakeholder terkait.
Dengan adanya Danantara, Hans berharap fokus pengelolaan aset perusahaan BUMN dapat lebih maksimal. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai perusahaan dan anak usahanya, tanpa terhambat faktor politik.
”Ekspektasi saya, dengan Danantara ini, pengelolaan aset BUMN bisa lebih fokus dan profesional. Jadi nilai perusahaan BUMN bisa naik,” jelas Hans Kwee, dosen Magister Fakultas Ekonomi Bisnis Unika Atma Jaya itu.
Menurut dia, sentimen negatif masyarakat muncul lantaran mengaitkan dengan sentimen politis terhadap para punggawa Danantara. Yakni, Rosan Roeslani sebagai Chief Executive Officer. Didampingi Dony Oskaria yang menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) dan Pandu Sjahrir sebagai Chief Investment Officer (CIO). Meski, ketiganya dianggap punya reputasi mumpuni.
”Pandu itu memang latar belakangnya orang investasi. kemudian Pak Roslan itu memang punya background di sana. Pak Doni memang orang BUMN. Jadi memang mereka orang-orang yang seharusnya cukup tepat untuk memimpin badan ini. Ya, artinya investasi yang dilakukan harus profesional,” ungkap Hans.
Terkait pelemahan saham-saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang merupakan bagian dari Danantara, dia menilai ada pengaruh dari potensi perlambatan ekonomi Indonesia. Kemudian likuiditas yang mengecat di perbankan, daya beli yang turun menyebabkan rasio kredit macet naik. ”Itu secara fundamental memang ada pengaruh,” tandas Hans Kwee.
Pada perdagangan kemarin (25/2), IHSG terkoreksi 2,41 persen di level 6.587,087. Saham BMRI merosot 3,8 persen di level 4.870. Sedangkan, BBRI minus 3,06 persen dari pembukaan di angka 3.896,67 ke 3.800.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik inisiatif pemerintah dengan membentuk Danantara. Mendukung pengelolaan BUMN yang lebih komprehensif untuk meningkatkan investasi dalam negeri dan memperkuat perekonomian nasional yang berkelanjutan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan, Danantara ditujukan untuk mengemban tugas mengelola kekayaan negara secara terpisah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan mengoptimalkan penggunaannya untuk investasi strategis negara.
”Seperti hilirisasi, infrastruktur, ketahanan pangan, ketahanan energi, industri subtitusi impor dan digital,” ungkap Dian Ediana Rae.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
