
Pengunjung mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (31/01/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com–Sepanjang perdagangan Kamis (6/2), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah. Terkoreksi 148,69 poin atau turun 2,12 persen ke level 6.875,536. Saham emiten perbankan mendominasi penurunan.
Analis pasar modal Hans Kwee menuturkan, kekhawatiran akan meningkatnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan mitra-mitra dagang utama menjadi sentimen negatif. Memang, Presiden AS Donald Trump menunda kenaikan tarif bea 25 persen ke Kanada dan Meksiko. Hanya saja pengenaan tarif 10 persen ke Tiongkok terus berlanjut.
”Trump bilang belum ada urgensi, untuk bicara dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang membuat potensi perang dagang berlanjut. Nah, Indonesia punya perdagangan yang tinggi dengan Tiongkok. Jadi ini sentimen negatif,” ucap Hans kepada Jawa Pos tadi malam.
Kemudian, laba sejumlah korporasi terbuka di Indonesia tidak terlalu bagus. Terutama, perbankan yang agak sedikit tertekan. Karena memang suku bunga tinggi dan daya beli kelas menengah turun.
Realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih lambat dari ekspektasi menjadi perhatian pasar. Sehingga memunculkan ekspektasi Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuannya. Namun, melihat statement The Federal Reserve (The Fed) yang cenderung higher for longer membuat bank sentral Indonesia itu untuk berhati-hati.
”Ini menyebabkan sentimen negatif dan menekan saham perbankan juga terkoreksi turun,” jelas Hans Kwee, dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Trisakti itu.
Associate Director Of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, bursa Asia didominasi penguatan. Seiring meredanya kekhawatiran akan meningkatnya perang dagang antara AS dan mitra-mitra dagang utamanya. Sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) berada di bawah tekanan. Para pedagang mempertimbangkan prospek suku bunga negara tersebut.
”Kami menilai pasar tampaknya sedikit lega dengan adanya tindakan tarif balasan maupun penundaan pemberlakuan tarif sehingga dolar tetap terkendali dan sedikit memberi kelegaan bagi mata uang lainnya yang telah terpukul keras di awal minggu,” ungkap Nico Demus.
Di Tiongkok, Kementerian Perdagangan setempat menyatakan siap bekerja sama dengan negara lain untuk bersama-sama menanggapi tantangan unilateralisme dan proteksionisme perdagangan.
”Di dalam negeri, IHSG melemah karena program efisiensi anggaran dan isu reshuffle kabinet mengundang pro kontra,” imbuh Nico Demus.
Saham Mendominasi Penguatan
-KLBF
-MAPI
-AMRT
-EXCL

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
