Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Desember 2024 | 20.41 WIB

Olah Limbah Jamu jadi Pupuk Organik Cair, Bermanfaat untuk Pertanian dan Nutrisi Ternak

DIMINATI: Puluhan ekor sapi perah milik salah satu peternak di Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam. (Anggi Fridianto/Radar Jombang) - Image

DIMINATI: Puluhan ekor sapi perah milik salah satu peternak di Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam. (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JawaPos.com - Industri berbasis lingkungan dapat meminimalisasi limbah yang terbuang. Limbah-limbah yang dihasilkan industri jika diolah dengan baik bisa memiliki produk baru yang memiliki nilai tidak kalah bernilai. Contohnya limbah jamu.

PT Sido Muncul Pupuk Nusantara memanfaatkan limbah padat dan cair dari produksi jamu Sido Muncul untuk diolah menjadi suplemen nutrisi hewan ternak. Suplemen itu disebut dengan herbafarm. Volume suplemen nutrisi yang dihasilkan bisa mencapai 1 miliar liter per tahun.

"Kami memiliki pabrik pupuk yang mengolah limbah padat dan cair dari produksi jamu Sido Muncul. Hasilnya berupa pupuk organik cair untuk pertanian dan nutrisi ternak untuk peternakan yang sangat bermanfaat,” ujar CEO PT Sido Muncul Pupuk Nusantara David Hidayat dalam keterangannya yang diterima JawaPos.com pada Selasa (24/12).

CEO PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk itu menjelaskan, ide mengolah limbah jamu ini muncul dari pemikiran untuk memanfaatkan limbah industri dalam menjaga pelestarian lingkungan yang merupakan komitmen perusahaan. Setelah percobaan bertahun-tahun hasilnya kini bisa dinikmati.

Contohnya sapi perah. Susu yang dihasilkan dari sapi perah itu bisa mengandung lebih dari 1 juta bakteri, sehingga dari produksi dalam 1 kandang bisa dibuang. Namun, setelah diberi suplemen nutrisi herbafarm jumlah bakterinya turun dengan drastis di bawah 30 ribu. "Jadi sangat membantu Pemerintah untuk meningkatkan produksi susu dengan baik" jelasnya.

CEO PT Sido Muncul Pupuk Nusantara David Hidayat. (Istimewa)

Menurut David, dengan memberikan suplemen nutrisi ternak Herbafarm Sido Muncul Pupuk Nusantara, maka dapat meningkatkan produk peternakan berkualitas, meningkatkan produksi daging, susu dan telur serta meningkatkan penghasilan peternak sapi. "Peningkatan produksi itu membantu petani, peternak, dan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan bahan baku untuk program gizi secara nasional," ungkapnya.

David mencontohkan, herbafarm mampu menghasilkan produksi peternakan yang lebih sehat. Misalnya, kolesterol dalam produksi telur puyuh yang setelah diberi Herbafarm akan menurunkan kolesterol di bawah 300.

Hewan ternak yang mengonsumsi Herbafarm juga memiliki waktu produksi yang lebih panjang. Contohnya ayam petelur. Setiap ayam bisa produksi selama 10 bulan, namun bisa berkurang kalau kena molting. Ayam yang mengkonsumsi herbafarm tidak akan mengalami molting, kemudian waktu produksi telurnya juga makin panjang. "Bahkan, telur yang dihasilkan jadi lebih besar dan berkualitas baik," jelasnya.

Hilangkan Bau Kotoran

David pernah diminta untuk membantu satu kampung yang mayoritas warganya memelihara sapi. Bupati di daerah itu kemudian menyampaikan bahwa kampung itu dikeluhkan karena bau kotoran sapi. Menurut dia, setelah rutin diberi Herbafarm akhirnya lama-lama bau kotoran sapi hilang (tidak menyengat).

Sehingga, tidak ada lagi warga yang mengeluhkan bau kotoran. Lalatnya pun sangat jauh berkurang. Kandang sapi jadi lebih bersih. Menariknya, produksi daging sapinya pun naik sampai 40 persen. "Berdasarkan pengalaman pada bulan terakhir menjelang Idul Adha berat sapi naik sampai 80 kilogram dibanding tanpa mengkonsumsi nutrisi," katanya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore