
Layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (15/3/2024).
JawaPos.com - Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi membagikan tiga rekomendasi saham untuk trading pekan ini. Tiga saham itu, terdiri dari PT Indo Tambangraya Megah (ITMG), PT Bank Central Asia (BBCA), dan PT Adaro Energy Indonesia (ADRO).
Berbicara tentang potensi pasar pada sepekan mendatang mulai 4-8 November 2024, Imam mengimbau para trader untuk mencermati sejumlah sentimen yang kemungkinan mempengaruhi pasar selama satu pekan ke depan.
Pertama, Data PMI Services AS untuk Oktober 2024, dimana pekan ini AS akan merilis data PMI dari sektor jasa baik dari ISM maupun dari S&P Global.
“Jika merujuk pada S&P Global, PMI Services AS diproyeksikan akan naik ke 55,3 di periode sebelumnya di 55,2. Sedangkan jika merujuk pada ISM, PMI Services AS untuk Oktober 2024 diproyeksikan akan turun ke level 53,3 dari periode sebelumnya 54,9,” jelas Imam dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Senin (4/11).
Sementara itu, kedua, pekan ini Tiongkok akan merilis data neraca perdagangan untuk bulan Oktober 2024. Data ini merupakan data yang sangat penting karena Tiongkok merupakan partner dagang utama Indonesia. Jika impor dan ekspor tumbuh, hal ini akan menjadi sentimen positif bagi fundamental ekonomi Indonesia.
Ketiga, Data GDP Kuartal III, dimana pada pekan ini Indonesia akan merilis data yang sangat penting, yaitu pertumbuhan ekonomi atau GDP untuk kuartal III tahun 2024. "Pertumbuhan di Indonesia diproyeksikan akan melambat ke 5 persen. Jika data yang rilis sesuai dengan ekspektasi pasar atau lebih besar, maka akan menjadi sentimen positif bagi pasar. Namun sebaliknya, jika data GDP lebih rendah dari konsensus atau ekspektasi pasar, maka hal ini dapat menjadi sentimen negatif,” bebernya.
Sementara itu keempat, suku bunga FFR. Di pekan ini, tepatnya tanggal 8 November, The Fed akan mengumumkan kebijakan moneternya dalam mengatur suku bunga FFR. Menilik pada konsensus, suku bunga The Fed atau FFR akan dipangkas sebesar 25 bps ke 4,75 persen.
Pemangkasan suku bunga ini akan menjadi sentimen positif bagi pasar khususnya domestik, melihat Rupiah yang mulai tertekan kembali dan ekonomi yang melambat. Kelima, sentimen pemilu AS. Sentimen yang paling dinanti oleh pelaku pasar adalah pemilu AS antara Donald Trump Vs Kamala Harris.
“Saya melihat bahwa pasar khususnya domestik atau global akan lebih condong pada Kamala Harris. Harris kemungkinan akan mengadopsi pendekatan lebih multilateral dalam hubungan internasional, termasuk perjanjian perdagangan yang lebih kooperatif. Ini bisa membantu mengurangi ketegangan global dan memperkuat hubungan dagang dengan negara lain,” jelas Imam.
Sedangkan Trump dikenal dengan pendekatan proteksionisnya, terutama melalui tarif tinggi pada produk Tiongkok. Hal Ini dapat memicu adanya perang dagang yang berkepanjangan dan pada akhirnya mengakibatkan ekonomi yang semakin melambat," jelas Imam.
Berkaca pada sentimen-sentimen di atas, PT Indo Premier Sekuritas yang menawarkan 3 saham untuk trading pada minggu ini hingga Jumat, 8 November 2024.
1. Buy ITMG (Entry 25.500, TP 26275, SL <24950). PMI Manufaktur Tiongkok baru-baru ini kembali ke level ekspansif yang menunjukkan peningkatan aktivitas sektor manufaktur di negara tersebut. Kembalinya PMI di atas level 50, yang menandakan ekspansi, dipengaruhi oleh langkah-langkah stimulus ekonomi dari pemerintah Tiongkok dan harapan akan kebijakan tambahan untuk mendukung sektor industri. Kondisi ini memiliki dampak positif bagi perusahaan seperti PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), yang sebagian besar penjualannya diserap oleh pasar Tiongkok.
Dengan meningkatnya aktivitas manufaktur, kebutuhan energi juga cenderung meningkat, sehingga permintaan batu bara, produk utama ITMG, di pasar Tiongkok diperkirakan akan tetap kuat. Hal ini memberikan sentimen positif terhadap kinerja penjualan dan potensi peningkatan pendapatan bagi ITMG dalam beberapa bulan ke depan, seiring pemulihan sektor industri di Tiongkok yang terus berlanjut.
3. Buy BBCA (Entry 10.425, TP 10750, SL <10225). Pekan ini Federal Reserve (The Fed) diproyeksikan akan memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin (bps), dampaknya akan cenderung positif bagi saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Penurunan suku bunga acuan AS dapat memperkuat aliran modal asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, karena investor mencari imbal hasil yang lebih menarik di luar pasar AS. Dengan tambahan arus modal masuk, nilai tukar rupiah berpotensi menguat, yang bisa memperkuat stabilitas sektor perbankan di Indonesia.
4. Buy ADRO (Entry 3790, TP 4180, SL <3570). Aksi korporasi Adaro yang melibatkan rencana pembagian dividen khusus untuk mendukung penawaran umum saham Adaro Andalan Indonesia (AAI) berpotensi meningkatkan minat investor terhadap saham ADRO.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
