Petugas Pegadaian menunjukkan Emas di Kantor Pegadaian, Jakarta, Rabu ( 9/11/2022). Harga emas semakin murah akibat kenaikan suku bunga acuan AS (Feed Rate). FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS
JawaPos.com - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve alias The Fed diperkirakan akan melakukan pemangkasan suku bunga pada September mendatang.
Menurut CEM FedWatch peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis oleh 65 persen pelaku pasar dan sebesar 50 basis poin oleh 35 persen pelaku pasar pada September depan.
Terkait itu, Head of Corpcomm & Market Analyst PT International Business Futures Andri Darmawan seluruh pihak bersiap untuk menanti efek domino keputusan The Fed itu.
"Apabila pemangkasan suku bunga tersebut terlaksana tak ayal para investor akan mencari instrumen investasi lain dengan imbal hasil (return) yang lebih menarik, diantaranya adalah emas," kata Andri dalam analisis yang diterima JawaPos.com, Jumat (30/8).
Ia membeberkan, pada 16 Agustus 2024, harga emas kembali harga all time high di level USD 2.500/toz. Dorongan emas untuk terus ke atas salah satunya ditopang oleh rencana pemangkasan bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) pada September 2024.
Selain emas, arus investasi asing diperkirakan turut mengalir deras masuk ke negara-negara berkembang yang memiliki pertumbuhan ekonomi stabil seperti di Indonesia. Mulai dari bidang manufaktur, keuangan, pertanian dan sektor riil lain akan menuai berkah.
"Rupiah pun akan menguat dan pertumbuhan ekenomi akan terpacu tumbuh positif. Semua itu bisa terwujud bergantung pada strategi Pemerintah dalam membuka ruang investasi di negeri ini," beber Andri.
Beberapa hal positif lain, penyerapan tenaga kerja diharapkan bisa lebih luas dan daya beli masyarakat menguat. Di sisi lain, logam mulia diprediksi bisa menyentuh harga all time high baru ke level USD 2.600 paska the Fed mengumumkan pemangkasan suku bunga nanti.
Adapun support emas berjangka (locogold) saat ini berada di level USD 2.460/toz dan resistance di level USD 2.525/toz. Para trader atau investor, kata Andri, disarankan untuk mengambil posisi buy saat harga telah menyentuh USD 2.460/toz - USD 2.480/toz dengan target poin sebesar USD 2.550 - USD 2.600/toz pada September 2024.
Meski begitu, peluang harga emas melesat juga tergantung pada arah kebijakan moneter AS. Sedangkan saat ini pelaku pasar menantikan data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau the Personal Consumption Expenditures (PCE), yang menjadi salah satu tolok ukur inflasi The Fed.
"Apabila data inflasi AS mengalami anomali dan sulit menyatukan voting anggota Federal Open Market Committee (FOMC) terkait pemangkasan suku bunga ditahap berikutnya, maka harga emas berkemungkinan sideway dalam jangka waktu yang lama dan berkemungkinan turun jauh kembali," pungkas Andri.