
Ilustrasi PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) berkomitmen menghasilkan produk biologi lokal berkualitas tinggi. (Etana/Antara)
JawaPos.com–Perusahaan biofarmasi Indonesia, PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) terus menunjukkan komitmen menghasilkan produk biologi lokal berkualitas tinggi. itu dilakukan dengan mematuhi pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Quality Leader Etana Rakhmat Budi Yuwono menegaskan, perusahaan selalu berusaha memenuhi persyaratan ketat untuk menghasilkan produk berkualitas serta aman untuk pasien.
”Etana berkomitmen untuk melayani pasien dengan menyediakan produk biologi yang berkualitas tinggi, terjangkau, dan inovatif. Untuk memastikan bahwa obat yang dihasilkan selalu memenuhi persyaratan dan memiliki mutu yang tinggi, serta aman bagi pasien, perusahaan merancang dan menerapkan Sistem Mutu yang komprehensif,” kata Rakhmat seperti dilansir dari Antara.
Dia menjelaskan, sistem mutu tersebut mencakup prinsip CPOB dan Manajemen Risiko Mutu. Evaluasi berkelanjutan dilakukan untuk memastikan efektivitas sistem ini. Hal itu sangat penting agar tujuan penggunaan obat dapat tercapai dengan baik.
”Seluruh kegiatan pembuatan obat harus sesuai dengan sistem mutu yang ditetapkan dan harus selalu menjaga kesesuaian dengan CPOB dan peraturan yang berlaku,” ujar Rakhmat.
Rakhmat menambahkan, produk yang dihasilkan selalu memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. Bahkan sama atau lebih baik dari produk impor.
”Pemastian kualitas bukan hanya tentang memastikan produk jadi memenuhi standar melalui serangkaian pengujian, tetapi juga tentang membangun kualitas ke dalam produk itu sendiri. Ini mencakup bahan awal, bahan pengemas, proses produksi dan pengendalian kualitas, infrastruktur, peralatan yang digunakan, dan personel yang terlibat,” papar Rakhmat Budi Yuwono.
Lebih lanjut, Rakhmat mengatakan, Etana juga menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas produksi seperti kemajuan teknologi yang cepat, proses manufaktur yang kompleks, kepatuhan dengan aturan yang semakin ketat, integritas data dan keamanan, kesenjangan pengetahuan dan keterampilan, serta risiko kualitas. Etana telah menyiapkan beberapa upaya untuk mengantisipasi hal tersebut.
”Berbagai upaya seperti meningkatkan keahlian dan pengalaman, fleksibel dan cepat beradaptasi dengan perubahan teknologi, membangun budaya inovasi, meningkatkan kolaborasi dan komunikasi yang efektif, pembelajaran dan pengembangan yang berkelanjutan, memajukan dan mendorong budaya kualitas, manajemen risiko yang proaktif serta mempertahankan dan meningkatkan kepatuhan dan Integritas,” terang Rakhmat Budi Yuwono.
Melalui berbagai langkah dan upaya tersebut, Etana membuktikan komitmen dalam menghasilkan produk biologi berkualitas tinggi. Itu tidak hanya menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan obat-obatan berkualitas tetapi juga komitmen Etana untuk selalu menempatkan kebutuhan dan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
