Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Mei 2024 | 15.26 WIB

Pertumbuhan Kredit Melonjak di Tengah Ketidakpastian Global, Sektor Perbankan Indonesia Tunjukkan Ketangguhan

Ilustrasi Bank Indonesia - Image

Ilustrasi Bank Indonesia

JawaPos.com–Industri perbankan Indonesia menunjukkan ketangguhan di tengah guncangan ekonomi global dan fluktuasi politik dalam negeri.

Menurut laporan terbaru dari Tim Analitik Kredit Rating Indonesia (KRI) yang dilakukan Gromy Purba dan Samuel Sitorus, sektor itu tidak hanya bertahan tetapi juga mencatatkan pertumbuhan yang menjanjikan. Dalam periode yang ditinjau, penyaluran kredit meningkat sebesar 11 persen year-on-year mencapai lebih dari Rp 7.094 triliun di Februari 2024. Jumlah deposito mengalami lonjakan hingga 5,6 persen dari tahun sebelumnya menjadi Rp 8.440 triliun.

”Kami melihat perbaikan signifikan dalam kualitas aset, dengan rasio kredit macet (non performing loan/NPL) net yang turun menjadi 2,4 persen pada Februari 2024 dari 2,6 persen pada tahun sebelumnya,” ujar Gromy Purba.

Sektor perbankan juga menunjukkan kecukupan modal yang sangat baik, dengan rasio kecukupan modal yang mencapai lebih dari 27,8 persen. Menurut Samuel Sitorus hal itu memberikan fondasi yang kuat bagi perbankan untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi yang mungkin muncul.

Keputusan Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga perbankan sebesar 0,25 basis poin menjadi 6,25 persen pada April juga mendapat sorotan. Kenaikan itu menurut dia, berhasil menstabilkan nilai tukar rupiah. Namun di sisi lain, menimbulkan dampak negatif terhadap kemampuan bayar debitur, khususnya di segmen UMKM, mikro, dan individual (consumer loan).

”Kenaikan ini memang memberi dampak ke stabilitas moneter, tetapi kita juga harus waspada terhadap tekanan yang ditimbulkannya pada kemampuan bayar konsumen,” tambah Samuel.

Kendati menghadapi tantangan likuiditas dan potensi peningkatan NPL karena faktor-faktor tersebut, tim KRI optimistis sektor perbankan masih memiliki peluang pertumbuhan yang solid. Kenaikan Net Interest Margin (NIM) menjadi 4,6 persen menunjukkan potensi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan dalam industri perbankan.

”Kami percaya sektor ini mampu beradaptasi dan memanfaatkan peluang yang ada untuk ekspansi lebih lanjut,” ucap Gromy.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore