
ILUSTRASI Pinjol.
JawaPos.com – Beberapa waktu lalu viral ada mahasiswa terpaksa jadi nasabah pinjol untuk membayar kuliah. Pemerintah juga akan menyediakan fasilitas pembiayaan pendidikan. Fenomena masyarakat sampai berhutang untuk menutup biaya pendidikan itu mendapatkan respon dari mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal.
Menurut Fasli ongkos pendidikan tinggi memang tidak murah. Pria yang kini menjadi Rektor Universitas Yarsi itu mengatakan, skema pinjaman dana untuk biaya kuliah bisa dikembangkan dalam beragam bentuk atau fasilitas.
’’Bisa dikembangkan menjadi pinjaman tanpa subsidi,’’ katanya dalam bincang edukasi Mengupas Skema Terbaik dan Ringankan Pendanaan Mahasiswa oleh Study Club Edukasi Media Peliput Akademi (Cempaka) bersama BRI di Universitas Yarsi pada Selasa (5/3).
Selain itu bisa juga lewat skema pinjaman dengan subsidi sebagian. Bahkan bisa juga melalui skema pinjaman dengan subsidi yang sangat maksimal. Semakin tinggi subsidi, khususnya untuk mengurangi beban bunga, maka cicilan atau tanggungan yang harus dibayar mahasiswa jadi lebih murah.
Cara lainnya adalah menekan biaya pendidikan tinggi, lewat kebijakan fiskal bagi kampus atau penyelenggara pendidikan tinggi. Dia mencontohkan Pemprov DKI Jakarta menggratiskan PBB untuk tanah dan bangunan yang digunakan sebagai perguruan tinggi. Sehingga beban operasional kampus bisa turun.
Pada kesempatan diskusi yang digelar hybrid itu, Plt Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek Nizam mengatakan beberapa hal. Dia menyebutkan biaya kuliah memang tinggi. Tetapi biaya kuliah di Indonesia relatif lebih murah dibandingkan negara lain. Tetapi untuk mahasiswa dari keluarga miskin, mendapatkan beasiswa dari KIP Kuliah.
Baca Juga: Proses yang Panjang dan Rumit Jadi Alasan, Ratusan SD dan SMP di Jepara Tak Memiliki Kepala Sekolah
Guru besar Fakultas Teknik UGM itu menjelaskan rata-rata biaya kuliah di Indonesia sekitar USD 2.000 atau Rp 28 jutaan per mahasiswa. Sebagai perbandingan di India biaya kuliah sekitar USD 3.000 (Rp 47,2 jutaan) per mahasiswa. Lalu di Malaysia lebih tinggi lagi mencapai USD 7.000 (Rp 110 juta) per mahasiswa.
Biaya kuliah yang lebih tinggi lagi ada di Singapura yaitu USD 25.000 (Rp 393 jutaan) per mahasiswa, di Australia USD 20.000 (Rp 315 jutaan) per mahasiswa), dan di Amerika Serikat sendiri mencapai USD 23.000 (Rp 362 jutaan) per mahasiswa.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
