
PEMBUKAAN HUTAN: Kondisi bukaan hutan yang di area konsesi PT Mayawana Persada di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara. Pembukaan hutan tersebut diduga memicu deforestasi dan kerusakan ekologis.
JawaPos.com - Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 03, Mahfud MD mengatakan, dalam 10 tahun terakhir telah terjadi deforestasi atau penggundulan hutan di RI dengan luasan total mencapai 12,5 juta hektare (Ha).
Menurut Mahfud, total lahan yang telah dialihgunakan itu bahkan mencapai 23 kali luas Pulau Madura. Hal ini disampaikan Mahfud MD dalam Debat Keempat Cawapres, pada Minggu (21/1) pekan lalu.
"Dalam 10 tahun terakhir terjadi deforestasi 12,5 (juta) hektare hutan kita. Itu jauh lebih luas dari Korsel dan 23 kali luasnya Pulau Madura dimana saya tinggal. Ini deforestasi dalam waktu 10 tahun," kata Mahfud MD.
Pada kesempatan yang sama, Cawapres nomor urut 01, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin juga menyoroti bencana ekologis, yang menyebabkan produktivitas pertanian terganggu. "Bencana ekologis ada di mana-mana, saya tidak menyalahkan siapapun ya, ini sebuah fakta yang harus kita antisipasi bersama baik-baik, bahwa kita sedang mengalami ancaman bahaya lingkungan dan krisis iklim yang sangat mengerikan, panas global yang masuk mengakibatkan petani gagal panen, gagal tanam," ujar Cak Imin.
Ketua Umum PKB ini pun mengajak para capres-cawapres dan seluruh masyarakat untuk bertaubat ekologis. "Saya hanya mengajak Pak Prabowo, Pak Gibran, Pak Mahfud, Pak Ganjar, saya, Mas Anis untuk sama-sama taubat ekologis memperbaiki ke depan menjadi lebih baik lagi. Taubat ekologis menjadi penting untuk masa depan kita," imbuhnya.
Lantas, apakah angka deforestasi yang disebut Mahfud tepat seluas 12,5 juta Ha dalam 10 tahun terakhir?
Kepada JawaPos.com, Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PKTL-KLHK) Ruandha Agung Sugardiman mengatakan, deforestasi Indonesia tahun 2021-2022 turun 8,4 persen dibandingkan hasil pemantauan tahun 2020-2021.
"Deforestasi netto Indonesia tahun 2021 -2022 adalah sebesar 104.000 Ha. Sementara, deforestasi Indonesia tahun 2020-2021 adalah sebesar 113.500 Ha," kata Ruandha kepada JawaPos.com, Kamis (25/1).
Ruandha menjelaskan, Indonesia sendiri mulai menghitung tingkat deforestasi sejak tahun 1990. Faktanya, deforestasi tertinggi terjadi pada periode tahun 1996 sampai 2000, sebesar 3,5 juta Ha per tahun.
Periode 2002 sampai 2014 sebesar 0,75 juta Ha per tahun, dan mencapai titik terendah laju deforestasi pada tahun 2022 sebesar 104.000 Ha.
Bahkan, menurut data World Resources Institute Global, deforestasi terendah dicapai pada era Jokowi. Juga menurut data World Resources Institute Global, RI sebagai negara nomor satu tingkat penurunan deforestasinya di dunia sebesar 65 persen yang dicapai pada era pemerintahan Jokowi.
"Jika dilihat tren deforestasi berdasarkan data sebelumnya maka tahun 2023 penurunan hutan Indonesia relatif rendah dan cenderung stabil. Hal ini menunjukkan bahwa berbagai upaya yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akhir-akhir ini menunjukkan hasil yang signifikan," jelasnya.
Lebih lanjut, Ruandha mengungkapkan kondisi penutupan lahan dan hutan Indonesia bersifat dinamis, seiring dengan kebutuhan lahan untuk pembangunan dan kegiatan lainnya.
Perubahan tutupan hutan terjadi dari waktu ke waktu, antara lain karena konversi hutan untuk pembangunan sektor non-kehutanan, perambahan dan kebakaran hutan maupun program rehabilitasi hutan.
"Untuk mengetahui keberadaan dan luas tutupan lahan baik hutan maupun tidak berhutan, kami melakukan pemantauan hutan dan deforestasi setiap tahun," lanjutnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
