Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Desember 2023 | 15.34 WIB

Bank Indonesia Diprediksi Tetap Menahan Suku Bunga Acuan di Level 6 Persen

Gedung Bank Indonesia. BI diprediksi tetap menahan suku bunga acuan di level 6 persen. - Image

Gedung Bank Indonesia. BI diprediksi tetap menahan suku bunga acuan di level 6 persen.

JawaPos.com - Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia, Ryan Kiryanto, memprediksi Bank Indonesia tetap menahan suku bunga acuan di level 6 persen dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang hasilnya akan diumumkan siang hari ini, Kamis, 21 Desember 2023 pukul 14.00 WIB.

“Dengan mempertimbangkan perkembangan eksternal, baik secara global maupun regional, serta perkembangan internal (domestik), maka dalam RDG bulan ini, tampaknya cenderung untuk mempertahankan stance kebijakan moneter, yakni menahan posisi BI Rate tetap di level 6,0 persen,” kata Ryan Kiryanto dalam keterangan tertulis, Kamis (21/12).

Dia menjelaskan, saat ini terlihat bank-bank sentral di negara maju condong menahan posisi suku bunga acuannya sambil menanti laju inflasi menuju ke level target yang sebesar 2 persen.

Sebagai contoh, The Fed pada pertemuan terakhir Desember ini memutuskan menahan suku bunga acuannya –Fed Fund Rate (FFR)—di level 5,25-5,50 persen. Keputusan ini menandakan the Fed tidak mengubah FFR untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Pada saat yang sama, inflasi tahunan AS terus menurun ke 3,14 persen di November 2023 dari 3,24 persen di Oktober. Terpantau beberapa bank sentral di negara maju lainnya sudah mendahului menurunkan suku bunga acuannya menyusul arah inflasi yang sudah mendekati level target yang 2 persen.

“Para pelaku pasar keuangan global kini menunggu waktu terbaik dan tepat bagi bank-bank sentral di kelompok negara maju untuk melandaikan suku bunga kebijakannya,” jelasnya.

Sementara itu, diperkirakan pada pertengahan 2024 nanti bank-bank sentral negara maju akan memulai langkah penurunan suku bunga acuan dan kemungkinan besar akan diikuti oleh bank-bank sentral negara berkembang. Disesuaikan dengan perkembangan inflasi yang sudah melandai cukup signifikan.

Hal lain, perkembangan terkini terkait posisi dolar AS yang masih kuat terhadap mata uang kuat dunia lainnya juga menjadi pertimbangan lain bagi bank-bank sentral lain untuk tetap menahan suku bunga acuannya guna melindungi mata uang negaranya agar tidak terdepresiasi atau melemah terhadap dolar AS secara lebih dalam. Terlebih, proses dolarisasi bisa dicegah sekaligus menahan ancaman pelarian modal ke luar (capital outflows).

“Di dalam negeri, arah laju inflasi menunjukkan perkembangan yang baik menuju ke level sasaran 2-4 persen. Namun di ujung 2023 ini ada peluang inflasi (indeks harga konsumen) bulan Desember cenderung cukup tinggi, sebab inflasi musiman karena ada perayaan Natal dan Tahun Baru sehingga akan mendorong inflasi tahunannya,” tuturnya.

Ryan menilai, langkah Bi untuk tetap menjaga marjin atau spread antara suku bunga acuan dan inflasi tahunan sesuai ekspektasi pasar, maka pilihan untuk menahan BI rate menjadi rasional. Ini juga selaras dengan panduan global dimana era suku bunga tinggi dengan waktu yang lama atau disebut dengan higher for longer kemungkinan masih akan berlanjut hingga pertengahan 2024 nanti.

Ini terindikasi dari sinyal yang disampaikan para gubernur bank sentral negara maju terkait potensi penurunan suku bunga acuannya di tahun depan. Maka, pemilihan waktu terbaik dan tepat untuk menyesuaikan suku bunga acuan menjadi sangat krusial bagi setiap bank sentral, termasuk BI.

“Pertimbangan utamanya adalah tercapainya target inflasi tahunan yang permanen atau stabil dan berkelanjutan dalam beberapa bulan ke depan,” tandasnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore