Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Desember 2023 | 21.43 WIB

Bahlil Minta Tukin Pegawai BKPM Naik Kayak DJP Kemenkeu, Jokowi: Sudah Saya Sanggupi, Saya Urus

Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Setpres) - Image

Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Setpres)

 
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespons rayuan Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia yang meminta kenaikan tunjangan kinerja (tukin) di kementeriannya, seperti halnya di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
 
Terkait itu, Jokowi mengatakan sanggup dan siap mengurus persoalan kenaikan tukin di Kementerian Investasi/BKPM. Bahkan, mantan Gubenur DKI Jakarta ini mengaku telah mendapat bisikan terkait tukin dari Bahlil.
 
“Tadi sebenarnya Pak Menteri (Bahlil) sudah bisik-bisik soal tukin, dan sudah saya sanggupi. Ya, saya urus,” kata Jokowi dalam acara Rakornas Investasi 2023 di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (7/12).
 
 
Namun, Jokowi mengaku tidak senang dengan cara blak-blakan yang disampaikan Menteri Investasi Bahlil di hadapan kepala daerah hingga perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) seluruh Indonesia.
 
Kendati begitu, Jokowi tak melarang Bahlil agar seluruh pihak yang hadir bisa tahu bahwa dirinya sangat mengupayakan perihal kesejahteraan.
 
“Tapi yang saya enggak seneng itu kok diungkap, secara terbuka. Tapi gakpapa, biar bapak ibu semuanya tahu bahwa kita juga berusaha yang terkait dengan kesejahteraan,” tandasnya.
 
Sebelumnya, pada kesempatan yang sama, Bahlil mengungkapkan, tidak mudah bagi Kementerian Investasi untuk mendatangkan para investor ke dalam negeri. Tetapi, dari sisi tukin justru yang paling besar menerima adalah kementerian yang hanya memetik pajak.
 
“Jadi kata mereka (pegawai BKPM) pak, yang menerima pajak apa yang mau dipetik kalau pohon dan buahnya enggak pernah dibawa masuk ke dalam negeri. Dan kemudian, mereka bilang juga kepada saya pak, yang tukang petik kan enggak pernah tahu susahnya bagaimana merayu orang untuk masuk, kok yang bagian merayu dengan yang bagian metik lebih dapat banyak daripada yang merayu ini,” ungkapnya.
 
Lebih lanjut, Bahlil meminta kebijaksanaan Jokowi perihal kenaikan tukin di kementeriannya. Dia berharap, pada periode akhir kepemimpinannya ini dalam Kabinet Indonesia Maju bisa bebas dari beban, salah satunya aspirasi pegawai. Sehingga, kata Bahlil, ke depan beban-beban ini tidak akan menjadi pekerjaan baru bagi menteri investasi pengganti dirinya.
 
“Kira-kira begitu pak, mohon maaf Pak, kami mohon kebijaksanaan Bapak. Setelah saya menjadi Menteri Investasi di periode Bapak, tidak ada lagi beban yang saya tinggalkan untuk para (menteri) yang ada di depan saya pak,” pungkas Bahlil.
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore