
Jawa Pos Sinergi Forum Literasi dihadiri sejumlah pejabat Pemkot Depok serta sekitar 250 peserta yang terdiri atas ASN dan pelaku UMKM Kota Depok.
JawaPos.com - Literasi keuangan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menyiapkan langkah yang tepat agar terbebas dari persoalan finansial. Hal itu pulalah yang mendasari diselenggarakannya Jawa Pos Sinergi Forum Literasi dengan tema Langkah Strategis Menyiapkan Masyarakat yang Cakap Keuangan di Gedung Dibaleka II Lantai 10 Kantor Wali Kota Depok, Kamis (23/11).
Forum tersebut sekaligus menjadi ajang diskusi seluruh stakeholder karena dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Juga sekitar 250 peserta yang terdiri atas aparatur sipil negara (ASN) serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kota Depok.
Analis Deputi Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Achmad Zaelani mengapresiasi terwujudnya acara itu. ”Kami sangat terbantu dan semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat, khususnya bagi masyarakat Kota Depok,” ujarnya.
Dari data Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,68 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 85,10 persen. ”Ada peningkatan, baik di literasi maupun inklusi keuangan,” kata Zaelani.
Tujuan diselenggarakannya acara Jawa Pos Sinergi Forum Literasi ialah mengajak masyarakat agar bisa lebih paham mengenai lembaga jasa keuangan, termasuk perlindungan konsumen, dan bagaimana mengelola keuangan dengan baik.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Supian Suri menyampaikan, acara itu merupakan salah satu ikhtiar agar masyarakat Kota Depok makin sejahtera. Salah satunya, diberikan pemahaman tentang investasi guna mempersiapkan masa tua. ”Termasuk memahami ilmu untuk me-manage keuangan sehingga apa yang menjadi harapan, yakni peningkatan kesejahteraan UMKM atau ASN, bisa benar-benar tercapai,” sebutnya.
BRH Jakarta 2 BRI Life Cahyono Suryo Dewo mengatakan, penyebaran edukasi literasi keuangan sebenarnya bukan hanya tugas OJK atau lembaga-lembaga jasa keuangan, tetapi tugas bersama, termasuk media seperti Jawa Pos. ”Membahas keuangan tidak lagi tabu. Karena ini penting buat kehidupan kita,” tegasnya.
Assistant Manager PT SMF Rahma Pandita mengakui bahwa literasi dan inklusi keuangan di Indonesia masih kurang dan belum berimbang. ”Harapan kami ke depan masyarakat bisa lebih melek berinvestasi dan mencegah agar tidak tertipu serta terjerat pinjaman online ilegal,” sambungnya.
Sementara itu, Deputi Bisnis Pegadaian Area Bogor Agus Riyadi berharap masyarakat menjadi tahu bahwa banyak lembaga keuangan yang bisa membantu memberikan modal memulai dan meningkatkan usaha. ”Masyarakat, terutama ASN dan UMKM, bisa mendapatkan wawasan baru tentang produk-produk Pegadaian,” terangnya. (als/c9/wir)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
