Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Agustus 2023 | 06.06 WIB

Inflasi Turun Lebih Cepat, Menkeu Sri Mulyani Optimistis Tetap Terkendali hingga 2024

Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai inflasi turun lebih cepat sepanjang Semester I/2023. - Image

Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai inflasi turun lebih cepat sepanjang Semester I/2023.

JawaPos.com - Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai inflasi turun lebih cepat sepanjang Semester I/2023. Bahkan, dirinya optimistis bahwa inflasi akan tetap terkendali hingga tahun 2024 mendatang.

Menkeu menyebut, Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) turun dari 4,97 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan I/2023 menjadi 3,52 persen (yoy) pada triwulan II/2023, kembali berada dalam sasaran 3,0±1 persen.

"Inflasi kembali ke dalam sasaran lebih cepat dari prakiraan," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers KSSK di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta, Selasa (1/8).

Menkeu menyebut inflasi yang turun lebih cepat ini merupakan hasil koordinasi sangat erat. Inflasi inti terus melambat menjadi 2,58 persen (yoy) dipengaruhi oleh stabilnya nilai tukar, turunnya harga komoditas global, rendahnya dampak lanjutan dari inflasi volatile food, dan terkendalinya ekspektasi inflasi.

Selain itu, inflasi kelompok administered prices menurun menjadi 9,21 persen (yoy) seiring dengan pengelolaan harga energi domestik yang baik. Berbagai kebijakan, di antaranya intervensi harga dan stabilitasi pasokan, dukungan Pemerintah dalam bentuk bantuan pangan, upaya fasilitasi dan pengawasan distribusi.

"Serta penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah mampu mendorong tingkat inflasi volatile food turun menjadi 1,20 persen (yoy)," jelasnya.

Lebih lanjut, Bendahara Negara mengatakan kembalinya pergerakan inflasi ke dalam sasaran sebagai hasil positif dari konsistensi bauran kebijakan fiskal sebagai shock absorber dan kebijakan moneter.

Selain itu dipengaruhi oleh eratnya sinergi pengendalian inflasi pangan antara BI dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).

"Dengan perkembangan tersebut, inflasi diprakirakan dapat tetap terkendali dalam kisaran 3,0±1 persen pada sisa tahun 2023 dan 2,5±1 persen pada 2024," tandasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi bulanan pada Juli 2023 sebesar 0,21 persen month to month (mtm). Angka ini tercatat meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan Mei sebesar 0,14 persen mtm.

Sementara itu, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu year on year (yoy), tingkat inflasi pada Juli tercatat lebih rendah. Pasalnya inflasi pada bulan Juli tahun 2022 mencapai 0,64 persen.

Penurunan juga tercatat untuk inflasi tahunan pada Juli 2023 sebesar 3,08 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,24 persen, meningkat dari sebelumnya yang sebesar 111,80. Tingkat inflasi tahunan (yoy) pada Juli 2023 sebesar 3,08 persen atau terjadi peningkatan IHK dari 111,80 pada Juli 2022 menjadi 115,24 pada Juli 2023.

Meski begitu capaian inflasi tahunan Juli 2023 memperlihatkan bahwa inflasi tahunan konsisten mengalami penurunan sejak Maret 2023 secara berurutan yaitu sebesar 4,97 persen; 4,33 persen; 4,00 persen; 3,52 persen; dan 3,08 persen.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore