Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Juli 2023 | 07.30 WIB

WSBP Peroleh Nilai Kontrak Baru Sebesar Rp 975 Miliar Sepanjang Semester I/2023

WSBP) mengumumkan telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp 975 miliar sepanjang semester I/2023. (IST) - Image

WSBP) mengumumkan telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp 975 miliar sepanjang semester I/2023. (IST)

 
JawaPos.com - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengumumkan telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp 975 miliar sepanjang semester I/2023. Angka tersebut tercatat naik 46 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
 
Vice President of Corporate Secretary, Fandy Dewanto mengatakan, secara total WSBP menargetkan bisa memperoleh nilai kontrak baru sepanjang 2023 senilai Rp 3,8 triliun.
 
“Kami terus berupaya sehingga dapat mencapai target nilai kontrak baru hingga akhir tahun 2023 sebesar Rp3,8 triliun,” kata Fandy Dewanto dalam keterangan resmi, Kamis (20/7).
 
 
Fandy menjelaskan, perolehan kontrak baru ini didominasi dari kontrak dari Non Waskita Grup yang merupakan gabungan dari Pemerintah, BUMN, dan Swasta sebesar 64 persen. Antara lain Proyek Pembangunan Bangunan Gedung dan Kawasan Kantor Kementerian Koordinator 3.
 
Lalu, Proyek Pembangunan Proyek Area Gasing Kec Talang Kelapa Banyuasin Sumatera Selatan, Proyek Tol IKN Segmen SP. Tempadung - Jembatan Pulau Balang, dan Proyek Pembangunan Fly Over Sekip Ujung Palembang.
 
Sedangkan perolehan nilai kontrak dari Waskita Grup sebesar 36 persen antara lain Proyek Pembangunan Gedung Sekretariat Presiden dan Bangunan Pendukung Istana Kepresidenan di IKN.
 
Kemudian, pengadaan Material Spun Pile Proyek Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung Paket IV Seksi 3, Proyek Rekonstruksi Jembatan Palu, Proyek Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Kampus II UIN Bandung dan proyek besar lainnya.
 
“Khusus untuk nilai kontrak dari proyek IKN pada tahun 2022-2023, WSBP berhasil membukukan 
kontrak baru dari mega proyek ini sebesar Rp 237 miliar,” jelasnya.
 
Dengan perolehan nilai kontrak tersebut, tercatat total segmentasi NKB berdasarkan pasar sebesar 42 persen berasal dari BUMN/BUMD, 57 persen dari pihak swasta, dan sisanya berasal dari kontrak proyek 
Pemerintah.
 
"Sementara itu segmentasi NKB berdasarkan pekerjaan ialah 33 persen berasal dari produk precast, 57 persen dari readymix, 10 persen jasa konstruksi," tandasnya.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore