Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Mei 2023 | 23.02 WIB

Kemenparekraf Perluas Promosi Wisata ke Tiongkok

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno usai meresmikan akun media sosial Creative by Indonesia di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (22/2/2023). ANTARA/ (Sinta Ambarwati) - Image

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno usai meresmikan akun media sosial Creative by Indonesia di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (22/2/2023). ANTARA/ (Sinta Ambarwati)

JawaPos.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus memperluas promosi ke Tiongkok yang merupakan kontributor utama pariwisata Indonesia. Kali ini misi tersebut menyasar wilayah Shanghai dan Hangzhou.

Kegiatan itu sengaja dilakukan untuk dapat meningkatkan brand Wonderful Indonesia sehingga tetap menjadi top of mind wisatawan mancanegara. ”Perluasan promosi pariwisata Indonesia terus kami lakukan, mulai familiarization trip, joint promotion, hingga misi penjualan untuk pasar Tiongkok,” ungkap Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno kemarin (18/5).

Sandi –sapaan akrab Sandiaga Salahuddin Uno– menjelaskan, kegiatan tersebut sengaja dilakukan menyusul perubahan target yang cukup signifikan terkait dengan kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada awal bulan. Target yang semula 7,4 juta naik menjadi 8,5 juta kunjungan pada 2023. Target kunjungan wisman asal Tiongkok juga mengalami perubahan dari 255.200 menjadi 361.500 wisatawan.

”Dari misi ini, kami menargetkan tidak hanya mampu meningkatkan jumlah wisatawan Tiongkok yang datang, tapi juga kualitas wisatawan melalui peningkatan lama tinggal, mendorong lebih banyak destinasi wisata yang di-explore, serta mendorong lebih banyak belanja,” jelasnya.

Sandi menyatakan, wisman asal Tiongkok menjadi pasar utama pariwisata Indonesia sejak 2017. Sebelum pandemi Covid-19, lebih dari dua juta wisatawan Negeri Panda berkunjung ke Indonesia dalam tiga tahun berturut-turut.

Lama tinggal atau length of stay wisman Tiongkok di Indonesia berkisar 8–11 hari. Rata-rata pengeluaran per kedatangan mencapai USD 1.100–USD 1.386.

Sementara itu, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Ni Made Ayu Marthini menekankan pentingnya konektivitas untuk mempercepat pemulihan pariwisata Indonesia dan menarik lebih banyak kunjungan wisatawan asal Tiongkok. Hingga saat ini, tercatat ada 13 penerbangan langsung dari 10 kota di Tiongkok (Beijing, Xiamen, Guangzhou, Fuzhou, Wuhan, Wenzhou, Shenzhen, Shanghai, Hangzhou, dan Nanjing) ke Jakarta dan Bali.

”Total, ada 45 frekuensi penerbangan yang dioperasikan delapan maskapai penerbangan dari Tiongkok ke Indonesia. Kapasitas kursinya mencapai 9.100 kursi per pekan.” (gih/c14/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore