
Caption: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meresmikan Kawasan Sains dan Teknologi Solo Technopark di Solo, Jawa Tengah, Senin (6/2). (Istimewa)
JawaPos.com-Pertumbuhan ekonomi nasional pada 2022 tercatat sebesar 5,31 persen secara tahunan atau year on year (YoY). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim angka tersebut merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2014 atau sejak kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Airlangga mengatakan, ekonomi kuartal IV-2022 sebesar 5,01 persen secara YoY dan sepanjang tahun 2022 tumbuh 5,31 persen melampaui target yang ditetapkan pemerintah yakni sebesar 5,2 persen. Bahkan, angka tersebut berhasil kembali mencapai level 5 persen sebelum pandemi Covid-19.
"Pertumbuhan jauh lebih tinggi dari angka pre-Covid yaitu yang rata-rata sebesar 5 persen sebelum pandemi. Dan ini merupakan angka yang tertinggi sejak masa pemerintahan Bapak Presiden Joko Widodo," ujar Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (7/2).
Airlangga menjelaskan, dari sisi permintaan mayoritas komponen pengeluaran pada kuartal IV-2022 tumbuh kuat. Didukung windfall komoditas unggulan, ekspor mampu tumbuh double digit mencapai 14,93 persen (YoY).
Sementara itu, impor tumbuh 6,25 persen (YoY) dengan didorong oleh kenaikan impor barang modal barang modal dan bahan baku. Lebih lanjur, laju pertumbuhan konsumsi sebagai kontributor utama PDB tercayat 4,48 persen (YoY) seiring dengan pertumbuhan PMTB sebesar 3,33 persen (YoY). "Dan konsumsi LNPRT sebesar 5,70 persen (YoY). Meski demikian, konsumsi pemerintah masih mengalami kontraksi sebesar -4,77 persen (YoY)," jelasnya.
Selanjutnya, dari sisi suplai seluruh sektor lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif di kuartal IV-2022. Sektor transportasi dan pergudangan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 16,99 persen (YoY) diikuti oleh sektor akomodasi dan makan minum yang tumbuh sebesar 13,81 persen (YoY).
"Didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat serta peningkatan kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun wisatawan nusantara. Sektor industri pengolahan sebagai kontributor terbesar PDB juga mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 5,64 persen (YoY)," lanjutnya.
Meski begitu, pemerintah memastikan akan terus waspada dan antisipatif dengan kondisi pelambatan ekonomi global yang akan menurunkan tingkat permintaan. "Dengan demikian, penguatan core ekonomi dalam negeri melalui konsumsi dan investasi akan menjadi faktor utama untuk meningkatkan resiliensi ekonomi Indonesia di tahun 2023 karena kinerja ekspor yang sebelumnya tumbuh tinggi diperkirakan akan melambat," tandasnya. (*)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
