
Seorang nelayan memanfaatkan paket konventer kit Program konversi BBM menjadi LPG penugasan Pemerintah kepada PT Pertamina Patra Niaga.
JawaPos.com – “Menggunakan gas sebagai bahan bakar kapal terbukti jauh lebih hemat. Untuk jarak tempuh, 1 tabung LPG 3 Kg itu setara sekitar BBM 7-8 liter, jadi bisa dibayangkan selisih harga untuk bahan bakar kapal untuk jarak yang sama,” ujar Tusman, salah satu nelayan di Kutawaru, Cilacap Jawa Tengah yang sudah memanfaatkan bahan bakar gas untuk kapalnya (20/11).
Memperluas manfaat penggunaan bahan bakar gas, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas, Kementerian ESDM bersama dengan Komisi VII DPR RI melalui penugasan kepada Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading berupaya melanjutkan program konversi LPG bagi nelayan dan petani.
“Sejak tahun 2016 hingga 2021, pemerintah telah menyalurkan 85 ribu lebih paket konverter kit pada nelayan. Untuk petani, sejak tahun 2019 sudah disalurkan 14 ribu lebih paket konverter kit,” jelas Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji (20/11).
Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Soeparwoto mengatakan bahwa dengan konversi BBM menjadi LPG maka akan jauh lebih hemat dan energi yang lebih bersih serta mengurangi pencemaran. “Dari laporan, 1 tabung LPG 3 Kg setara setidaknya 7 liter BBM, jelas sangat menghemat. Disisi lingkungan emisi gas juga lebih kecil. Penghematan sekecil apapun harus dilakukan dan didukung, supaya nelayan dan petani lebih sejahtera,” tutur Sugeng (20/11).
Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra berkomitmen meneruskan target penugasan penyaluran paket konverter LPG bagi nelayan dan petani hingga akhir tahun 2022.
“Pertamina Patra Niaga mendapatkan amanah untuk menyelesaikan konversi BBM ke BBG bagi nelayan di 51 kota/kabupaten dan petani yang tersebar di 50 kota/kabupaten yang tersebar di seluruh Indonesia,” kata Mars Ega.
Hingga 20 November ini, Pertamina Patra Niaga telah menuntaskan penyaluran konversi LPG bagi 5.244 paket konverter kit bagi nelayan dan 6.655 paket konverter kit bagi petani. Karena ini diberikan kepada nelayan dan petani yang berhak, Mars Ega menambahkan bahwa Pertamina Patra Niaga juga memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi LPG melalui melalui program One Village One Outlet (OVOO).
“Keberlanjutan program konversi dapat berjalan dengan baik dengan memastikan stok LPG, melalui OVOO saat ini sudah 95% kelurahan atau desa dilayani setidaknya satu outlet LPG. Harapannya, program dan paket konversi ini dapat berkelanjutan dan terus memberikan manfaat besar bagi nelayan dan petani di Indonesia,” pungkas Mars Ega.
Informasi lebih lanjut mengenai seluruh program, produk, dan layanan Pertamina dapat masyarakat dapatkan melalui website dan sosial media resmi, serta Pertamina Call Center (PCC) 135.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
