Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Oktober 2022 | 04.46 WIB

Ekonomi Digital Salah Satu Pendorong Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan paparan saat acara UOB Annual Economic Outlook 2023 di Jakarta, Kamis (29/9/2022). PT Bank UOB Indonesia menggelar seminar Economic Outlook, bertema Emerging Stronger in Unity and Sustainability. UOB Ind - Image

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan paparan saat acara UOB Annual Economic Outlook 2023 di Jakarta, Kamis (29/9/2022). PT Bank UOB Indonesia menggelar seminar Economic Outlook, bertema Emerging Stronger in Unity and Sustainability. UOB Ind

JawaPos.com-Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ekonomi digital merupakan salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang saat ini sedang berkembang sangat pesat. Ia mencatat, nilai ekonomi industri digital tahun 2021 mencapai USD 70 miliar dan diperkirakan akan meningkat hingga USD 145 miliar pada tahun 2025.

’’Ekonomi digital tentu tidak hanya identik dengan perusahaan startup dan e-commerce, namun ini juga mencakup berbagai entitas yang sebelumnya sudah well-established dengan cara kerja konvensional dan sekarang beralih ke digital,” kata Menkeu pada pembukaan Profesi Keuangan Expo 2022, di Jakarta, Senin (10/10).

Ia menjelaskan, selain mendukung kemajuan ekonomi digital, Menkeu juga mengingatkan pentingnya pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Ini dilakukan sebagai perwujudan dari komitmen banyak negara di dunia, termasuk Indonesia.

Sebelumnya, telah dicanangkan 17 Sustainable Development Goals (SDG) dalam pertemuan PBB tahun 2015 yang secara ringkas terbagi menjadi tiga pilar. Pilar pertama adalah pilar sosial, yang kedua pilar lingkungan, dan yang ketiga pilar ekonomi.

Ia mengatakan, Kemenkeu memiliki target pada tahun 2045, Indonesia dapat menjadi negara high income yang diwujudkan dengan penyusunan Rancangan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU P2SK).

Dalam RUU tersebut, terdapat aturan terkait peningkatan akses data keuangan, memperluas sumber pembiayaan jangka panjang, meningkatkan daya saing dan efisiensi, mengembangkan instrumen dan memperkuat mitigasi risiko, serta meningkatkan perlindungan investor.

’’Lima pilar yang saya sebutkan jelas membutuhkan kualitas sumber daya manusia yang baik yaitu profesi keuangan yang memiliki kompetensi dan integritas,” terang Menkeu.

Sebagai penutup, Menkeu berpesan kepada para pelaku ekonomi agar bisa memberikan manfaat dan nilai tambah bagi Indonesia, diantaranya dengan terus membekali diri dengan banyak ilmu pengetahuan, memegang teguh profesionalisme, memiliki perspektif yang positif, serta membangun sinergi yang luas.

Dia pun mengingatkan bahwa di masa yang akan datang profesi keuangan akan memegang peranan yang makin penting dan strategis dalam perekonomian Indonesia. Di era digital sektor keuangan juga akan mengalami perubahan termasuk praktik-praktik kegiatan yang makin tanpa batas atau borderless. ’’Anda adalah tiang dan elemen penting dalam perekonomian Indonesia, maka peranan Anda sangat menentukan kemajuan ekonomi Indonesia,” tegas dia. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore