
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/2/2022). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan pada Januari 2022 kembali mengalami surplus sebesar US$930 juta. Surplus ini menurun dibandingkan surplus
JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor Indonesia pada Agustus 2022 tembus USD 22,15 miliar. Nilai tersebut naik 3,77 persen dibandingkan pada Juli 2022 (month-to-month) atau naik 32,81 persen dibandingkan Agustus 2021 (year-on-year).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto menjelaskan, impor Indonesia sepanjang bulan lalu masih didominasi oleh impor nonmigas. "Impor nonmigas Agustus 2022 senilai USD 18,45 miliar, naik 9,23 persen dibandingkan Juli 2022 atau naik 26,11 persen dibandingkan Agustus 2021," kata Setianto dalam konferensi pers, Kamis (15/9).
Ia juga menyebut, peningkatan impor golongan barang nonmigas terbesar pada Agustus 2022 adalah mesin atau peralatan mekanis dan bagiannya sebesar USD 357,2 juta atau naik 13,63 persen dibandingkan Juli 2022.
Adapun tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari hingga Agustus 2022 adalah Tiongkok USD 44,59 miliar (33,7 persen); Jepang USD 11,35 miliar (8,60 persen); dan Thailand USD 7,68 miliar (5,44 persen). Impor nonmigas dari ASEAN tercatat USD 18,93 miliar (17,61 persen) dan Uni Eropa USD 6,73 miliar (5,82 persen).
Sementara itu, kata dia, impor migas pada Agustus 2022 senilai USD 3,7 miliar mengalami penurunan sebesar 16,92 persen dibandingkan Juli 2022 atau naik 80,63 persen dibandingkan Agustus 2021.
"Peningkatan impor ini tidak sebesar Agustus 2021 yang mencapai 55,26 persen," jelasnya.
Adapun, impor bahan baku atau penolong menyumbang 75,65 persen dari total impor pada Agustus 2022. Jika dirinci, impor bahan baku atau penolong sebesar USD 16,76 miliar, barang modal USD 3,54 miliar, dan barang konsumsi USD 1,85 miliar pada Agustus 2022.
Sementara itu, Setianto menambahkan penurunan impor migas diakibatkan oleh minyak mentah dan hasil minyak. Berdasarkan negara asal, penurunan impor terbesar terjadi dari Singapura yang mencapai USD 73 juta.
Adapun penurunan terbesar mesin perlengkapan elektronik dan bagiannya HS 85, bahan kimia organik HS 29, serta garam belerang batu dan semen atau HS 25. "Penurunan terbesar impor lainnya juga terjadi di Argentina sebesar USD 62,8 juta, diikuti Thailand USD 45,1 juta, Yolandia USD 23 juta, dan Qatar USD 22,9 juta," tukas Setianto.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
