
Ilustrasi aktivitas ekspor impor. Surplus neraca dagang Januari-April 2026 hanya USD 5,64 miliar, sekitar separo periode sama tahun lalu yang capai USD 11,07 miliar. (Istimewa)
JawaPos.com - Kinerja perdagangan Indonesia pada April 2026 membukukan surplus USD 0,09 miliar, melanjutkan surplus 72 bulan berturut-turut. Capaian tersebut terutama ditopang oleh perdagangan sektor nonmigas yang menghasilkan surplus USD 3,53 miliar, meski masih dibayangi defisit sektor migas sebesar USD 3,44 miliar.
Dengan capaian tersebut, maka surplus neraca dagang kumulatif Januari-April 2026 sebesar USD 5,64 miliar. Surplus tersebut terutama didorong oleh surplus nonmigas sebesar USD 14,16 miliar dan defisit migas sebesar USD 8,52 miliar.
"Namun, nilai surplus Januari-April 2026 tersebut lebih rendah dibandingkan surplus pada periode yang sama untuk 2025 yang mencapai USD 11,07 miliar," ungkap Mendag Busan dalam keterangannya, Senin (8/6).
Secara kumulatif selama empat bulan pertama 2026, kelompok lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15) menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai USD 11,71 miliar. Posisi berikutnya ditempati bahan bakar mineral (HS 27) yang menyumbang surplus USD 8,34 miliar, serta besi dan baja (HS 72) sebesar USD 5,71 miliar.
Di sisi lain, defisit perdagangan nonmigas terbesar berasal dari kelompok mesin dan peralatan mekanis (HS 84) yang mencapai USD 9,87 miliar. Selanjutnya, mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) mencatatkan defisit USD 4,95 miliar, sedangkan plastik dan barang dari plastik (HS 39) mengalami defisit sebesar USD 2,80 miliar.
Berdasarkan negara tujuan dan asal perdagangan, Amerika Serikat menjadi kontributor surplus nonmigas terbesar bagi Indonesia sepanjang Januari-April 2026 dengan nilai USD 6,81 miliar. India menyusul dengan surplus USD 4,44 miliar, sementara Filipina memberikan surplus sebesar USD 2,77 miliar.
Sebaliknya, hubungan dagang nonmigas dengan Tiongkok masih menghasilkan defisit paling besar, yakni USD 8,03 miliar. Setelah itu terdapat Australia dengan defisit USD 3,05 miliar dan Argentina sebesar USD 0,73 miliar.
Menurut Budi Santoso, pemerintah terus berupaya memperluas pasar tujuan ekspor, mempercepat hilirisasi industri, serta mendorong peningkatan ekspor produk bernilai tambah guna mengurangi ketergantungan terhadap pergerakan harga komoditas dunia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Israel: The Green Army Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Deltras FC vs Persiba: Leonard Tupamahu Hafal Gaya Main Tamu
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Prediksi Susunan Pemain Yunani vs Jerman: Klopp Butuh Sentuhan Wirtz
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022