Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Maret 2022 | 20.04 WIB

Jokowi Geram Laptop Masih Impor, Indef Sentil Balik Pemerintah Hal ini

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi memulai pembangunan (groundbreaking) proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (24/1). Indra Arief/Antaraa - Image

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi memulai pembangunan (groundbreaking) proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (24/1). Indra Arief/Antaraa

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung ketergantungan produk impor yang seharusnya bisa diproduksi di dalam negeri. Produk tersebut diantaranya adalah traktor, laptop, hingga ranjang rumah sakit.

Perihal tersebut, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai bahwa impor atas produk tersebut wajar. Sebab, di Indonesia yang berkaitan dengan teknologi masih sulit diproduksi secara massal.

"Itu jenis-jenis yang menurut saya masih susah ya. Bukan berarti tidak bisa diproduksi, tapi soal level masalisasi, keekonomian, dan kualitas masih tergantung dari impor," kata dia kepada JawaPos.com, Senin (28/3).

Untuk produk elektronik misalnya, Indonesia sampai saat ini masih belum bisa menciptakan produk yang berdaya saing. Hal tersebut disebabkan kurangnya dukungan pendanaan dari pemerintah untuk anak bangsa menciptakan teknologi terbaru.

"Laptop penguasanya itu Lenovo, Apple, HP, itu agak susah kita ngalahin, sehingga produk-produk itu (laptop impor). Selama kita tidak berani jor-joran untuk mendukung anak bangsa menemukan teknologi lebih efisien, jangan bicara hentikan impor," tegasnya.

Sementara itu, untuk ranjang rumah sakit, kesulitannya adalah vendor yang masih sedikit. Pemerintah diharapkan menyentuh para pengrajin ranjang rumah sakit agar dapat meningkatkan produktivitasnya.

Adapun menurutnya, pangkal permasalahan ada pada dana research and development (RnD). Jadi, perlu ada peningkatan untuk inovasi teknologi. Dalam proses inovasi itu, pemerintah perlu menantang anak bangsa guna akselerasi tersebut.

"Dalam tiga tahun bisa nggak turunin impor pada elektronik dan kesehatan? Negara maju bisa menguasai kita itu karena riset kuat. Inovasi itu mampu membuat ketergantungan terelakkan," tutup Eko.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore