
Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi memulai pembangunan (groundbreaking) proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (24/1). Indra Arief/Antaraa
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung ketergantungan produk impor yang seharusnya bisa diproduksi di dalam negeri. Produk tersebut diantaranya adalah traktor, laptop, hingga ranjang rumah sakit.
Perihal tersebut, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai bahwa impor atas produk tersebut wajar. Sebab, di Indonesia yang berkaitan dengan teknologi masih sulit diproduksi secara massal.
"Itu jenis-jenis yang menurut saya masih susah ya. Bukan berarti tidak bisa diproduksi, tapi soal level masalisasi, keekonomian, dan kualitas masih tergantung dari impor," kata dia kepada JawaPos.com, Senin (28/3).
Untuk produk elektronik misalnya, Indonesia sampai saat ini masih belum bisa menciptakan produk yang berdaya saing. Hal tersebut disebabkan kurangnya dukungan pendanaan dari pemerintah untuk anak bangsa menciptakan teknologi terbaru.
"Laptop penguasanya itu Lenovo, Apple, HP, itu agak susah kita ngalahin, sehingga produk-produk itu (laptop impor). Selama kita tidak berani jor-joran untuk mendukung anak bangsa menemukan teknologi lebih efisien, jangan bicara hentikan impor," tegasnya.
Sementara itu, untuk ranjang rumah sakit, kesulitannya adalah vendor yang masih sedikit. Pemerintah diharapkan menyentuh para pengrajin ranjang rumah sakit agar dapat meningkatkan produktivitasnya.
Adapun menurutnya, pangkal permasalahan ada pada dana research and development (RnD). Jadi, perlu ada peningkatan untuk inovasi teknologi. Dalam proses inovasi itu, pemerintah perlu menantang anak bangsa guna akselerasi tersebut.
"Dalam tiga tahun bisa nggak turunin impor pada elektronik dan kesehatan? Negara maju bisa menguasai kita itu karena riset kuat. Inovasi itu mampu membuat ketergantungan terelakkan," tutup Eko.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
