Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Februari 2022 | 17.20 WIB

Akhirnya Hari Ini Rupiah Bisa Menguat Lagi

Karyawan menghitung uang rupiah di tempat Penukaran uang Ayu Masagung, Jakarta, Kamis (14/10/2021). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan pasar spot hari ini, setelah stagnan kemarin. FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS - Image

Karyawan menghitung uang rupiah di tempat Penukaran uang Ayu Masagung, Jakarta, Kamis (14/10/2021). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan pasar spot hari ini, setelah stagnan kemarin. FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

JawaPos.com - Perdagangan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini berpotensi menguat seiring dengan membaiknya sentimen pasar terhadap aset berisiko pagi Ini. Mengutip kurs tengah Bank Indonesia (BI) saat ini rupiah berada di level Rp 14.392 per dolar AS.

“Nilai tukar rupiah berpotensi ditutup menguat hari ini,” kata analis keuangan Ariston Tjendra, Rabu (2/2).

Ariston mengungkapkan, pelaku pasar saat ini terlihat optimis terhadap potensi pemulihan ekonomi di tengah pandemi. Hal itu didorong oleh laporan penghasilan perusahaan yang lebih baik dari ekspektasi seperti laporan perusahaan teknologi AS.

“Data ekonomi di AS dan Eropa di bulan Januari juga terlihat membaik,” ucapnya.

Namun di sisi lain, pasar juga masih mengantisipasi kebijakan pengetatan moneter the Fed yang lebih agresif. Semalam data kenaikan harga di sektor manufaktur AS di bulan Januari masih menunjukkan kenaikan melebihi ekspektasi. Selain itu kondisi ketenagakerjaan di sektor manufaktur juga membaik.

“Kedua hal ini mendukung kebijakan pengetatan moneter the Fed yang lebih agresif. Ini bisa menjaga dolar AS tidak terlalu melemah dan mungkin berbalik menguat hari ini terhadap nilai tukar lainnya,” jelasnya.

Sementara, dari dalam negeri, data inflasi bulan Januari mungkin bisa mempengaruhi nilai tukar rupiah. Data inflasi secara tahunan atau year on year bisa tembus 2 persen berdasarkan konsensus para analis. “Tren kenaikan inflasi ini bisa menganggu pemulihan ekonomi karena daya beli masyarakat bisa tertekan,” imbuhnya.

Namun, kata Ariston, jika dilihat dari dari sisi moneter, ini bisa menjadi alasan Bank Indonesia (BI) untuk mulai mengetatkan kebijakan moneternya, yang bisa menjaga perbedaan yield rupiah dengan dolar AS terjaga. Sehingga, membantu menjaga nilai tukar rupiah bertahan terhadap dolar AS.

“Potensi penguatan rupiah ke arah 14.300, dengan potensi resisten di kisaran 14.380,” pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore