
Gedung-gedung bertingkat di kawasan Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Senin (27/1/2020). Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2019 berkisar di bawah 5,1 persen. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Kabar baik berembus di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Berdasarkan data Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (PDB dan PPP), Indonesia diprediksi menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-5 dunia pada 2024 mendatang.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan, guna mewujudkan ramalan tersebut, maka penanganan Covid-19 pada tahun ini akan sangat menentukan pondasi ekonomi ke depan. "Kerja keras penanganan Covid-19 2020 akan sangat menentukan pemulihan pada tahun-tahun berikutnya," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7).
Febrio menuturkan, akan terjadi perubahan susunan perekonomian terbesar di dunia pada 2024 mendatang, dengan negara-negara di Asia semakin dominan menggeser Eropa. Setelah Tiongkok dan Jepang masuk daftar lima besar, Indonesia dan India diperkirakan akan menggeser posisi Inggris dan Jerman.
Febrio menambahkan, selain basis 2020, salah satu yang mendorong pergeseran ekonomi dunia adalah pertumbuhan kelas menengah di Asia. Demografi Asia yang berubah memberikan kontribusi positif.
World Economic Forum pernah meramalkan bahwa pertumbuhan ekonomi Tiongkok akan terus melandai seiring menuanya populasi penduduk di sana. Di sisi lain, Indonesia, Filipina, dan Malaysia diharapkan menjadi pemenang baru di Asia, menjadi motor pertumbuhan dengan peningkatan angkatan kerja.
Sementara itu, berdasarkan proyeksi Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional, beberapa negara dengan PDB terbesar pada 2020 mengalami pertumbuhan negatif. Sebut saja Amerika Serikat (-6,1 persen), Jepang (-6,1 persen), Jerman (-7,8 persen), dan Brasil (-8 persen).
Sedangkan prediksi pertumbuhan ekonomi negara-negara Asia tahun ini juga sangat rendah. Tiga negara bahkan diperkirakan mengalami kontraksi yakni Malaysia (-3,1 persen), Thailand (-5 persen), dan Filipina (-1,9 persen).
"Meski lebih baik dari negara Asia lainnya, Indonesia dan Tiongkok juga tertekan dengan pertumbuhan ekonomi 0 persen dan 1 persen," lanjut Febrio.
"Prediksi ini perlu kita syukuri dan perlakukan sebagai motivasi bagi Indonesia," pungkasnya.
https://www.youtube.com/watch?v=XBKQTIySarA

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
