
Deretan mobil baru siap diekspor terparkir di PT Indonesia Kendaraan Terminal atau IPC Car Terminal, Jakarta, Kamis (11/2/2021). inerja ekspor sektor otomotif Indonesia diprediksi berakselerasi pada tahun ini, sejalan dengan tren perekonomian yang berangs
JawaPos.com – Agen pemegang merek (APM) otomotif mendukung penuh upaya Kementerian Perindustrian mengusulkan perpanjangan pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DTP) 100 persen sampai akhir tahun. APM menyebutkan, insentif tersebut sangat membantu market otomotif dan industri-industri pendukung.
PT Toyota Astra Motor (TAM) mencatatkan tren penjualan positif yang salah satu faktor terstimulus adalah kebijakan PPnBM. "Kita sudah mendengar juga dari Gaikindo evaluasinya (PPnBM 100 persen, Red). Memang harus diakui seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan insentif PPnBM, ini sangat membantu market otomotif," ujar Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy Selasa (31/8).
Pabrikan Jepang lainnya, yakni Honda, mengakui bahwa diskon PPnBM 100 persen terbukti efektif mendorong pertumbuhan pasar otomotif dalam beberapa bulan terakhir. "Kami percaya bahwa pemerintah juga telah mempelajari dampak positif dari insentif ini dan dapat mengambil kebijakan yang paling baik untuk semua pihak," ujar Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy.
Sementara itu, kajian dari Institute for Strategic Initiatives (ISI) menunjukkan beberapa dampak kebijakan relaksasi PPnBM. Pertama, program itu terbukti efektif mendongkrak utilisasi industri otomotif nasional yang mengalami penurunan akibat pandemi.
"Bahkan, dikatakan pemerintah berpotensi mendapatkan pemasukan sebesar Rp 5,17 triliun karena kebijakan ini," ujar Direktur ISI Luky Djani.
Kedua, relaksasi pajak itu terbukti menguntungkan semua pihak. Mulai masyarakat, industri otomotif, industri yang terkait, pemerintah, dan perekonomian nasional.
MULTIPLIER EFFECT INDUSTRI OTOMOTIF
Hulu
Industri komponen tier 1 (primary supplier/penyuplai komponen inti)
Industri komponen tier 2 (secondary supplier/penyuplai komponen untuk tier 1)
Industri komponen tier 3 (tertiary supplier/penyuplai komponen untuk tier 2)
Hilir
Outlet
Workshop
Sales service
Spare parts
Leasing/bank
Diolah dari berbagai sumber

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
