
Ilustrasi Industri otomotif lesu pada 2025. (Istimewa)
JawaPos.com - Di tengah tekanan daya beli masyarakat dan melambatnya permintaan kendaraan nasional, sektor otomotif Indonesia masih menghadapi tantangan berat sepanjang 2025. Namun di tengah situasi tersebut, sejumlah pelaku industri otomotif tetap mampu menjaga kinerja bisnis dan memberikan imbal hasil menarik bagi investor.
Kondisi itu tercermin dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) salah satu emiten otomotif nasional yang tetap membagikan dividen besar meski laba bersih mengalami penurunan sepanjang tahun lalu.
Perusahaan mengklaim mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 16,2 triliun pada tahun buku 2025, dengan laba bersih mencapai Rp 462 miliar. Dibandingkan tahun sebelumnya, pendapatan terkoreksi sekitar 1 persen, sementara laba bersih turun 19 persen seiring tekanan industri otomotif dan mobilitas nasional.
Penurunan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pelemahan daya beli masyarakat, tekanan pada pembiayaan kendaraan, hingga normalisasi permintaan di sejumlah segmen bisnis otomotif.
Meski demikian, perusahaan menilai fundamental bisnis tetap terjaga melalui strategi operasional yang lebih selektif dan efisien. Fokus dilakukan pada pengendalian biaya, pengelolaan risiko secara prudent, serta optimalisasi portofolio bisnis untuk menjaga kualitas pertumbuhan jangka panjang.
Dalam RUPST di Jakarta baru-baru ini, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 170 per saham atau senilai total Rp 451,89 miliar. Nilai tersebut setara dividend yield sekitar 16 persen berdasar harga penutupan saham pada perdagangan pada Senin (25/5).
Besaran dividen ini sekaligus mencerminkan upaya perseroan menjaga kepercayaan investor di tengah industri yang masih penuh tantangan. Group Chief Executive Officer MPMX Suwito Mawarwati mengatakan, 2025 menjadi periode yang sarat dinamika bagi industri otomotif nasional.
”Pada 2025 menjadi periode yang penuh dinamika bagi industri otomotif dan mobilitas nasional yang mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kehati-hatian, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar,” ujar Suwito.
Dia menegaskan, perseroan tetap berupaya mempertahankan kualitas bisnis dan memperkuat fundamental usaha secara berkelanjutan meski kondisi industri belum sepenuhnya pulih.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions: Kans Boeren Amankan 3 Poin
Rombongan Badan Pangan Ditembaki di Papua Pegunungan, 3 Orang Tewas
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022