Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 31 Agustus 2021 | 04.34 WIB

Wamenag Minta Pengusaha Muslimah Kuasai Literasi Digital

SIAPKAN REGULASI: Zainut Tauhid mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (28/9). (HENDRA EKA/JAWA POS) - Image

SIAPKAN REGULASI: Zainut Tauhid mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (28/9). (HENDRA EKA/JAWA POS)

JawaPos.com - Jumlah muslimah yang menjadi pengusaha atau pengusaha muslimah di Indonesia terus tumbuh. Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi meminta para pengusaha muslimah menguasai literasi digital.

"Pengusaha muslimah wajib menguasai literasi digital," kata Zainut saat memberikan sambutan dalam Workshop Muslimah Entrepreneur yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara online, Senin (30/8).

Dalam kegiatan itu hadir tokoh pengusaha muslimah. Mulai dari pendiri Wardah Cosmetics Nurhayati Subakat, pendiri Elzatta Hijab Elidawati Ali Oemar, dan Siti Authira Lanacitra selaku Key Account Manager Lazada Amanah.

Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, saat ini sudah bukan zamannya lagi menjalankan bisnis secara manual. Kini semua orang sudah beralih dari manual ke digital.

Politikus PPP itu mengingatkan jangan berpikir bahwa dunia digital itu mahal dan susah. Menurut dia, selama bisa menggunakan ponsel pintar, itu sudah menjadi pintu masuk untuk menguasai literasi digital. "Gadget di tangan kita adalah modal penting membangun usaha," jelasnya.

Untuk itu, Zainut mengingatkan supaya ponsel pintar tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi dan informasi semata. Apalagi hanya digunakan untuk bermain game atau sosial media saja. Gadget harus dioptimalkan sebagai modal merintis dan membangun usaha berbasis digital.

"Contohnya sederhana. Cobalah mulai mem-posting dan endorse produk kita melalui status di media sosial," katanya. Upaya ini sudah bagian dari membangun bisnis berbasis digital.

Zainut mengatakan, peluang bisnis berbasis digital di Indonesia sangat besar. Menurut Global Web Index, 96 persen pengguna internet Indonesia berusia antara 16 sampai 64 tahun yang mencari produk atau layanan secara online untuk dibeli.

Kemudian riset dari Janio menemukan, Indonesia menjadi pasar yang sangat potensial untuk fashion. Karena selain jumlah penduduk muslim yang mencapai 227 juta, juga median age yang lebih muda. Yaitu rata-rata 28,8 tahun. Berbeda dengan negara tetangga seperti Thailand dan Tiongkok dengan median age di atas 38 tahun.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore