Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Juni 2021 | 19.12 WIB

Inflasi Belum Pulih Betul, BI Beri Sinyal Pertahankan Suku Bunga

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Indeks harga konsumen alias IHK belum pulih sepenuhnya setelah terdampak pandemi Covid-19. Kendati demikian, kenaikan permintaan selama Ramadan dan Idul Fitri berpengaruh besar terhadap inflasi Mei. Sementara itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mewaspadai utang luar negeri RI yang kian membengkak.

"Terjadi inflasi sebesar 0,32 persen karena kenaikan permintaan terasa sekali pada Mei ini. Terutama permintaan terkait makanan dan kebutuhan puasa serta hari raya," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Setianto kemarin (2/6). Secara tahunan, inflasi nasional mencapai 1,68 persen.

Dia menambahkan bahwa tingkat inflasi inti pada Mei sebesar 0,24 persen. Itu sudah melampaui kinerja tahun lalu yang angka inflasi intinya sekitar 0,06 persen. Baru kali ini tingkat inflasi inti lebih tinggi secara bulanan ketimbang kinerja tahun lalu.

Terpisah, Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardana menyatakan bahwa kenaikan inflasi sejalan dengan kenaikan PMI Manufaktur Indonesia. Pemicunya masih tetap lonjakan permintaan domestik, terutama saat Ramadan dan Lebaran.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebutkan, inflasi Mei masih di bawah target. Bank sentral menargetkan inflasi tahunan pada kisaran 2–4 persen. Karena itu, BI akan menempuh kebijakan suku bunga rendah pada tahun ini.

"Tanda-tanda kenaikan inflasi mungkin baru tahun depan," ungkapnya kemarin.

Ke depan, BI mungkin masih akan mempertahankan bunga acuan pada angka 3,5 persen. Level itu tercatat sebagai yang terendah sepanjang sejarah.

Sementara itu, Kemenkeu melaporkan bahwa utang pemerintah sudah mencapai Rp 6.527,29 triliun per April. Itu setara dengan 41,18 persen produk domestik bruto (PDB). Dalam waktu satu tahun, debt-to-GDP ratio meningkat hampir 10 persen dari capaian April tahun lalu.

Kondisi tersebut diperparah dengan defisit primary balance selama beberapa tahun terakhir. Tax ratio Indonesia dalam 5 tahun terakhir tidak optimal. Bahkan di bawah 10 persen.

INFLASI MEI 2021

Capaian: 0,32 persen

ANDIL INFLASI BERDASAR KELOMPOK PENGELUARAN

Mamin dan tembakau: 0,10 persen

Transportasi: 0,08 persen

Penyediaan mamin dan restoran: 0,04 persen

Perawatan pribadi dan jasa lainnya: 0,04 persen

Sumber: BPS

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore