Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Juni 2026 | 14.39 WIB

Inflasi DKI Jakarta Mei 2026 Capai 2,49%, Ini Faktor Pendukungnya

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Iwan Setiawan. (Istimewa) - Image

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Iwan Setiawan. (Istimewa)

JawaPos.com - DKI Jakarta mencatat angka inflasi yang cukup rendah pada Mei 2026, yakni hanya sebesar 0,12% (month-to-month/mtm). Angka ini menunjukkan tren penurunan jika dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,21% (mtm). Tingkat inflasi Jakarta ini jauh lebih rendah daripada rata-rata inflasi nasional yang berada di angka 0,28% (mtm).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Iwan Setiawan menjelaskan, capaian positif ini menjadi bukti tangguhnya ekonomi Jakarta di tengah gempuran ketidakpastian global.

"Secara tahunan, inflasi DKI Jakarta pada Mei 2026 tercatat sebesar 2,49% (yoy), paling rendah di antara semua provinsi di Jawa dan lebih rendah dibandingkan nasional yang sebesar 3,08% (yoy). Perkembangan ini mencerminkan inflasi yang tetap terkendali di tengah kenaikan administrated price yang terimbas kenaikan harga minyak dan energi global yang meningkat," ujar Iwan Setiawan dikutip Rabu (3/6).

Dampak Konflik Geopolitik dan Harga BBM Nonsubsidi

Melonjaknya harga energi global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah diakui menjadi pemicu utama tekanan inflasi. Konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memaksa adanya penyesuaian harga BBM nonsubsidi di dalam negeri pada awal Mei lalu.

Selain BBM, sektor transportasi juga ikut menyumbang inflasi akibat kenaikan harga avtur serta tingginya permintaan tiket pesawat menjelang libur panjang Idul Adha dan Waisak. Kelompok transportasi mencatat laju inflasi sebesar 0,55% (mtm).

Tak hanya itu, harga bahan bakar rumah tangga nonsubsidi seperti LPG juga mengalami penyesuaian sejak 18 April 2026. Ini merupakan kenaikan pertama sejak November 2023, yang akhirnya mendorong inflasi kelompok perumahan dan energi sebesar 0,09% (mtm).

Harga Cabai Melonjak, Emas Perhiasan Jadi Penyelamat

Di sektor pangan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi sebesar 0,25% (mtm). Kenaikan ini dipicu oleh meroketnya harga cabai merah dan bawang merah akibat pasokan yang terbatas dari daerah sentra produksi, di tengah tingginya permintaan menjelang Idul Adha.

Harga minyak goreng juga terpantau naik imbas lonjakan harga CPO global dan mahalnya biaya kemasan plastik. Namun, untungnya lonjakan ini berhasil diredam oleh anjloknya harga daging ayam ras, telur ayam, udang basah, hingga tomat yang sedang mengalami surplus pasokan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore