
Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang digagas Kemenperin untuk memacu perkembangan sektor Industri Kecil dan Menengah dan mendorong masyarakat untuk mencintai dan membeli produk lokal.
JawaPos.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai dan menggunakan karya anak bangsa, terutama produk industri dalam negeri. Hal ini diimplementasikan melalui dukungan terhadap Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI).
Gernas BBI ini merupakan bentuk dukungan terhadap industri dalam negeri, khususnya sektor industri kecil menengah (IKM), serta mendorong masyarakat untuk mencintai dan membeli produk lokal agar industri di Indonesia dapat terus tumbuh dan berkembang.
“IKM merupakan sektor usaha yang mendominasi di Tanah Air, tentunya menjadi tulang punggung bagi pertumbuhan ekonomi kita. Oleh karena itu, Kemenperin terus membangkitkan gairah usaha di sektor IKM dalam masa pandemi saat ini guna mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional,” kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resminya, Rabu (19/5).
Dengan ini, harapannya gairah usaha sektor IKM semakin meningkat, khususnya di marketplace, mengingat kondisi pandemi saat ini membuat aktivitas masyarakat menjadi serba online. “Tahun 2021 merupakan masa pemulihan bagi perekonomian Indonesia. Salah satu peluang yang perlu direbut pelaku IKM di tengah kondisi pandemi adalah dengan memanfaatkan teknologi digital, sehingga mereka tetap bisa menjalankan usahanya,” paparnya.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih menyampaikan, program ini merupakan gerakan gotong-royong yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakat serta pelaku usaha dengan belanja produk dalam negeri terutama produk IKM secara digital.
“Gernas BBI juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar dapat menghargai karya-karya anak bangsa yang telah menghasilkan produk dan layanan dari para pelaku IKM. Sebab, IKM merupakan tulang punggung ekonomi bangsa yang perlu diapresiasi dan didukung penuh,” tuturnya.
Tahun ini juga merupakan kali kedua Gernas BBI diselenggarakan, dengan Kemenperin bertindak sebagai Movement Manager pada bulan Mei 2021 dengan mengusung tema #FestivalJoglosemar. Kampanye ini melibatkan pemerintah daerah, pelaku IKM, platform teknologi pemasaran, pembayaran, logistik, serta ekosistem pendukung industri dan masyarakat.
“Kemenperin bersama Bank Indonesia menghadirkan Artisan dari daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta dalam perhelatan Festival Joglosemar. Artisan sendiri merupakan usaha mikro, kecil dan menengah yang menghasilkan produk dan jasa dengan nilai tambah dan kualitas tinggi, serta keunikan dan spesialisasi yang tidak banyak dimiliki oleh pesaing negara lainnya,” papar Gati.
Sasaran Festival Joglosemar adalah meningkatkan jumlah IKM yang memanfaatkan pemasaran digital, menciptakan value creation bagi IKM, dan meningkatkan permintaan produk Artisan Indonesia. Pihaknya pun akan terus melakukan pembinaan dan pengembangan IKM agar hasil produksinya memiliki kualitas yang sesuai dengan permintaan pasar, seperti program e-Smart IKM yang bertujuan mendorong pelaku IKM berjualan di platform digital melalui marketplace Bukalapak, Tokopedia, Shopee, Blibli, dan IndoTrading.
“Pada pelaksanaan BBI tahun 2020, sebanyak 3,8 juta UMKM telah on-boarding di marketplace, melebihi target 2 juta UMKM. Tahun ini kami menargetkan 6,1 juta UMKM masuk di marketplace dengan omzet yang meningkat,” ungkap Gati.
Program e-Smart IKM merupakan upaya pemerintah memberikan edukasi dalam pemanfaatan teknologi digital. Program ini sudah berjalan sejak tahun 2017 dan telah melatih 13.184 pelaku IKM di seluruh Indonesia dengan beragam manfaat antara lain fasilitasi workshop manajemen bisnis, kebijakan pemerintah, dan bisnis digital bekerja sama dengan Indonesian e-Commerce Association (IDEA). Selain itu, peserta e-Smart IKM juga mempunyai kesempatan untuk go global.
Kampanye #FestivalJoglosemar dibuka dengan webinar pertama pada tanggal 6 Mei 2021 dengan tema “Festival Joglosemar : Artisan of Java”. Ini merupakan pembuka dari rangkaian 24 webinar BBI yang diselenggarakan di sepanjang bulan Mei 2021. Selain itu dalam rangkaian kampanye, produk Artisan yang telah dikurasi Kemenperin dan Bank Indonesia juga turut ditampilkan pada showcase di 5 (lima) Bandara yaitu Bandar Udara Soekarno Hatta, Bandar Udara Internasional Yogyakarta, Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo, Bandar Udara Internasional Ahmad Yani dan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, serta dipamerkan di 2 mall di Jakarta.
Acara puncak diselenggarakan di Candi Borobudur, Jawa Tengah, pada tanggal 20 Mei 2021 secara hybrid dan disiarkan melalui media Zoom serta YouTube. Acara diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan antara lain, fashion show produk artisan IKM, pembelian produk IKM secara offline maupun online, pameran produk Artisan IKM, dan lain-lain.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
