
Baja ringan produk terbaru Tatalogam. (Istimewa for JawaPos.com)
JawaPos.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan bahwa industri logam memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Selain memiliki nilai ekspor, baja tingkat kebutuhannya teru meningkat di dalam negeri.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, industri logam merupakan salah satu sektor yang prospektif ke depannya, karena kebutuhan domestik cukup besar. Selama ini industri logam berperan penting dalam mendongkrak nilai tambah bahan baku serta membawa efek yang luas bagi perekonomian. Di antaranya sebagai penghasil devisa dari ekspor dan menyerap banyak tenaga kerja.
“Sektor ini akan menjadi faktor pendorong bagi peningkatan daya saing ekonomi bangsa,” kata Achmad Sigit Dwiwahjono kepada wartawan di Jakarta, Jumat (18/12).
Di pihak lain, pelaku usaha industri baja ringan nasional terus berinovasi untuk meningkatkan utilitas dan produksinya. Contohnya sebagaimana yang dilakukan produsen genteng metal dan baja ringan, PT Tatalogam Lestari. Perusahaan tersebut baru saja meluncurkan produk baja ringan dengan kualitas ekspor dan diakui kualitasnya di Australia dengan sertifikat AS 97 (Australian Standart).
Dirut Tatalogam Group Yarryanto Rismono mengatakan, 2021 akan menjadi tahun penuh harapan dan optimisme dalam proses pemulihan ekonomi. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga secara global. Semua sektor diharapkan dapat pulih dan memberikan kontribusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa. Tatalogam Group dengan inovasi meluncurkan dua produk baru. Yaitu, rangka atap baja ringan Taso Premium dan genteng metal Kusuka. “Produk Taso Premium ini telah diekspor ke Australia dan mendapat respons yang sangat baik," kata Yarryanto Rismono.
Baca juga: Kemenperin Kembangkan 17 Kawasan untuk Industri
Vice President Tatalogam Group Stephanus Koeswandi menyebut, pihaknya selalu fokus pada kualitas. Dua produk yang baru diluncurkan ke pasaran sudah dibekali dengan sertifikat Standar Nasional Indonesia dengan nomor SNI 8399:2017 dan AS1397 serta memiliki sertifikat Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).Dia berharap dua produk terbaru Tatalogam menjadi duet maut pada 2021.
Setiap tahun Tatalogam Group mengeluarkan produk baru. Produk itu memiliki keunggulan dan spesifikasi tersendiri yang menunjang untuk penggunaan di seluruh Indonesia.
Baca juga: Ekspor Industri Logam Capai USD 9,2 Miliar
Untuk Taso Premium dikembangkan bersama dengan konsumen di Sydney, Australia. Penggunaan lapisan AZ150 yang cukup tangguh sendiri diperuntukkan untuk pengguna di wilayah pesisir pantai yang memiliki tingkat korosivitas tinggi.
“Indonesia memiliki garis pantai terpanjang nomor 2 di dunia. Di wilayah ini tingkat korosivitas sangat tinggi. Dengan lapisan AZ 150 pada Taso Premium, risiko korosi bisa diminimalisir. Ini (Taso Premium-red) bisa menjadi opsi bagi konsumen yang memerlukan baja ringan yang lebih tahan karat dibanding baja ringan biasa dengan lapisan AZ70,” tandas Stephanus.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=k6s2QISxjpU

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
