
Warga saat beraktivitas di pemukiman liar di sepanjang bantaran rel kawasan pejompongan, Jakarta, Rabu (11/11/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen yang memastikan Indonesia masuk dalam juran
JawaPos.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menargetkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sekitar 5,5 hingga 6,3 persen. Sementara tingkat kemiskinan di level 8,5 hingga 9 persen. Pernyataan tersebut diungkapkan dalam pidato RAPBN 2022.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal memandang, target kemiskinan yang ditetapkan oleh pemerintah tahun depan tak realistis. Sebab, sebelum terjadinya pandemi Covid-19 angka kemiskinan tidak pernah serendah itu.
"Ini target penurunan kemiskinan yang agak susah dicerna, karena targetnya 8,5 persen-9 persen. Ini sebelum pandemi Indonesia tidak pernah serendah itu," ujarnya dalam Webinar Kupas Tuntas Postur RAPBN 2022, Jumat (20/8).
Faisal memaparkan, tingkat penduduk miskin pada Maret 2019 saja sudah di angka 9,41 persen, September 2019 sebesar 9,22 persen, Maret 2020 sebesar 9,78 persen, September 2020 sebesar 10,19 persen, dan Maret 2021 sebesar 10,14 persen. Artinya, angka kemiskinan sebelum pandemi saja masih di atas 9 persen dan saat pandemi terjadi angka kemiskinan terus mengalami kenaikan.
"Itu target penurunan sampai 1 persen," imbuhnya.
Faisal melanjutkan, apalagi pemerintah memangkas anggaran perlindungan sosial dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022. Padahal, perlindungan sosial biasanya menjadi motor penggerak dalam menurunkan angka kemiskinan di Indonesia.
"Ini apa programnya, tapi anggaran perlindungan sosial juga berkurang, lantas yang mana," ungkapnya.
Tercatat, dalam RAPBN 2022, pemerintah hanya mengalokasikan dana sebesar Rp 153,7 triliun untuk perlindungan sosial dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Angkanya lebih rendah dari 2020 yang sebesar Rp 230 triliun dan 2021 yang sebesar Rp 187 triliun.
Hal tersebut, menurut Faisal, sangat kontradiktif dengan keinginan menurunkan kemiskinan. "Kontradiksi target penurunan kemiskinan dengan penurunan perlindungan sosial, bertolak belakang," pungkasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
