
TARIF NAIK: Seorang karyawan sedang menata botol anggur buatan Australia di sebuah toko di Beijing pada 18 Agustus 2020. Mulai 10 Desember lalu, Tiongkok telah memberlakukan bea masuk baru pada anggur asal Australia. (Noel Celis/AFP)
JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno mengatakan bahwa penguasaan riset dan teknologi menjadi kunci peningkatan kualitas sebuah negara. Kedua hal inilah yang menurutnya masih minim dilakukan oleh Indonesia.
"Pentingnya inovasi dan riset, yaitu kita membangun negara dengan sumber daya manusia yang berdaya saing. Kita bertekad untuk menciptakan super growth economy," kata dia dalam webinar Riset untuk Merah Putih, Rabu (18/8).
Sudah banyak bukti mengenai itu, seperti Eropa barat yang kembali bangkit dengan investasi di bidang riset dan teknologi pascaperang dunia kedua yang menyebabkan peningkatan kualitas hidup. "Kita lihat Eropa Barat pascaperang dunia II dengan riset dan teknologi yang mereka kembangkan, betapa pesatnya bangkit kembali," tambahnya.
Begitu juga di benua Asia, sejumlah negara berhasil berinovasi di bidang riset dan teknologi. Mulai dari, Jepang, Korea Selatan, Taiwan dan tentunya Tiongkok.
"Luar biasa menjadi negara-negara unggulan di bidang teknologi, apalagi sekarang seperti Jepang di bidang teknologi khususnya bidang teknologi audio visual itu sangat unggul, Korea di bidang teknologi telekomunikasi, Taiwan di bidang microchip dan IT sangat unggul," ungkapnya.
Bahkan, menurutnya Tiongkok lebih hebat dari negara-negara tersebut. Sebab, hanya dalam 1 generasi saja bisa mengubah pandangan dunia terhadap Tiongkok yang dianggap negara miskin menjadi negara yang sangat maju dan termasuk salah satu powerhouse di dunia dengan kekuatan ekonomi nomor dua di dunia.
"Teknologinya luar biasa sudah mengirim astronot ke angkasa, menciptakan berbagai perkembangan teknologi, sudah bisa menciptakan berbagai pengembangan dan inovasi teknologi meskipun di awalnya terkesan lebih meng-copy, tetapi kita bisa melihat dan tidak bisa kita pungkiri bagaimana jauhnya langkah yang telah dicapai Tiongkok, yang dilakukan hanya dalam satu generasi saja," tandasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
