Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Januari 2017 | 23.04 WIB

Modal dan Layanan Pelabuhan Gresik Jadi Prioritas

Potensi Ekspor Pada 2017 - Image

Potensi Ekspor Pada 2017

JawaPos.com – Kelancaran modal menjadi upaya pemkab untuk menggenjot ekspor yang tahun lalu naik tipis. Banyak pelaku usaha sulit merambah pasar luar negeri karena keterbatasan dana. ’’Masalah modal sudah dipikirkan. Kami bakal berkomunikasi dengan perbankan,’’ ungkap Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Gresik Agus Budiono, Senin (23/1).


Dia menambahkan, pihaknya bakal lebih memfasilitasi pengusaha dan perbankan. Termasuk industri menengah yang berpotensi ekspor. Langkah itu dilakukan setelah pemetaan usaha tuntas. ’’Pastinya, setelah pendataan semua usaha selesai. Mungkin bulan depan,’’ katanya.


Agus berharap perbankan mendukung program tersebut. Peran lembaga keuangan penting untuk mendorong pertumbuhan di sektor industri. ’’Jika ada modal, pelaku usaha bisa mengembangkan usahanya. Kemungkinan untuk ekspor sangat besar,’’ imbuhnya.


Sementara itu, pengusaha lebih menyoroti peningkatan layanan di pelabuhan. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Gresik Lailatul Qodri berharap pemerintah tidak hanya memikirkan modal, tapi juga memperbaiki layanan pelabuhan. Sebab, banyak pengusaha yang mengeluh karena harus mengirimkan barang melalui Surabaya. Penyebabnya, pelabuhan di Gresik belum memiliki layanan komplet. Misalnya, fasilitas peti kemas untuk ekspor.


’’Kami mendorong pelabuhan untuk berkembang. Sebab, sarana logistik amat penting bagi pengusaha,’’ kata lelaki asal Bojonegoro tersebut. Dia berharap peran Pelabuhan Gresik dalam menyokong pertumbuhan industri semakin besar. Terutama soal penarikan tarif representatif untuk pengguna jasa transportasi laut.


Qodri sepakat bahwa ekspor di Kota Pudak perlu digenjot. Ada beberapa sektor yang bisa diandalkan di pasar internasional. Berkaca pada kondisi sebelumnya, industri minyak, komponen otomotif, pupuk, dan mamin cukup potensial. ’’Kami pikir, ekspor di sektor-sektor tersebut bisa ditingkatkan. Permintaannya masih banyak,’’ tuturnya. Dia membenarkan bahwa pengusaha perlu sarana peti kemas. Fasilitas amat penting untuk menunjang ekspor.


Sebagaimana diinformasikan, dinas koperasi, UMKM, perindustrian, dan perdagangan (diskoperindag) mencatat kenaikan ekspor yang belum signifikan. Nilai ekspor pada 2015 mencapai USD 1,3 miliar. Nilainya naik tipis sepanjang 2016 menjadi USD 1,4 miliar.



Yang memprihatinkan, ternyata masih banyak perusahaan di Gresik yang mengirimkan barang lewat Surabaya. Hampir 90 persen perusahaan yang mencatatkan namanya di papan ekspor memanfaatkan Pelabuhan Tanjung Perak. Secara otomotis, pendapatan dari retribusi pelabuhan masuk ke daerah lain. (hen/c22/ai/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore