
Photo
JawaPos.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berencana memberikan insentif atau subsidi konversi motor listrik sebesar Rp 5 juta. Bantuan tersebut diberikan untuk mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.
Terkait itu, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebut seharusnya insentif konversi motor listrik yang diberikan bisa lebih tinggi dari Rp 5 juta.
"Jangan lima juta, harus lebih dari motor baru. Kalau enggak gitu kan, program ini tidak akan menarik. Banyakan motor (listrik) baru yang disubsidi. Harusnya (konversi motor listrik) bisa lebih tinggi," kata Arifin saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (16/12).
Untuk diketahui, selain konversi motor listrik yang akan memperoleh insentif. Pemerintah melalui Kemenperin berencana akan memberikan insentif pembelian motor dan mobil listrik baru. Adapun nilai insentif mobil listrik Rp 80 juta dan motor listrik Rp 8 juta.
Meski nilai insentif konversi motor listrik lebih kecil, Arifin menyebut, Kementerian ESDM akan lebih memprioritaskan konversi lebih dulu. Dengan alasan, jika subsidi motor listrik baru lebih besar daripada konversi yang terjadi pengurangan emisi akan sulit tercapai.
"Angkanya itu (insentif konversi motor listrik) yang perlu disepakati lagi karena kita pengen motor bekas (dikonversikan) masyarakat kecil. Kalau yang baru kan mahal dan itupun tidak langsung memberikan pengurangan pemakaian motor BBM dan pengurangan emisi. Kalau motor (listrik) baru semua kan gak turun-turun," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan pemerintah berencana memberikan insentif konversi kendaraan listrik sebesar Rp 5 juta. Opsi ini muncul tak lain agar penggunaan kendaraan listrik di Indonesia bisa dipercepat.
“Untuk motor konversi menjadi motor listrik akan diberikan insentif sekitar Rp 5 juta,” ungkap Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, ditulis Jumat (16/12).
Meski belum final, Menperin menilai penting soal pemberian insentif untuk kendaraan listrik di Indonesia. Sebab, menurutnya, pemberian insentif telah dilakukan oleh beberapa negara maju untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik.
Tak hanya di Eropa, insentif kendaraan listrik sudah dilakukan beberapa negara di Asia, seperti Tiongkok hingga Thailand. Meski demikian, ia menjelaskan bahwa masing-masing negara memiliki kebijakan yang berbeda untuk meningkatkan penggunaan kendaraan listrik.
“Ini (insentif kendaraan listrik) sebagai upaya Indonesia ingin mendorong agar penggunaan kendaraan listrik bisa lebih cepat,” ujarnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
