
ILUSTRASI HARBOLNAS - JAWA POS
JawaPos.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengapresiasi kebijakan pemerintah yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto terkait subsidi ongkos kirim dalam Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) menjelang lebaran dengan anggaran mencapai Rp 500 miliar. Huda mengatakan, dalam jangka pendek kebijakan subsidi ongkir ini dapat menaikkan transaksi e-commerce sebanyak 2 hingga 2,5 kali lipat dibandingkan momen Lebaran tahun lalu.
"Pemerintah telah mengambil langkah taktis dengan menyasar langsung kebutuhan masyarakat menengah atas yang dinilai masih menahan belanja selama pandemi. Ini merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah dalam mendorong perekonomian masyarakat," ujarnya dalam keterangannya, Jumat (16/4).
Menurutnya, pemerintah cukup teliti melihat peluang dengan memahami karakteristik konsumen saat ini. Sebab, biasanya para konsumen membeli suatu barang melihat harga barang dan harga ongkir.
"Ditambah, situasi pandemi yang mengubah kebiasaan masyarakat untuk melakukan transaksi secara online," imbuhnya.
Senada, Ekonom Center for Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai kebijakan ini menjadi stimulus masyarakat melakukan konsumsi di momentum Ramadan dan juga lebaran. Ia menyebut, kebijakan ini tidak terlepas dari target pemerintah agar pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 mencapai 7 sampai 8 persen.
"Paket kebijakan pemerintah untuk meningkatkan konsumsi masyarakat, mulai penyaluran tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13, percepatan pemberian bantuan sosial, dan subsidi ongkos kirim (ongkir) belanja pada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) merupakan kombinasi yang tepat meningkatkan konsumsi rumah tangga dan menjaga pemulihan," jelasnya.
Sebelumnya, pemerintah mengestimasi sejumlah realisasi dari kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan. Dimana konsumsi rumah tangga yang dapat dipicu dengan pemberian THR adalah sekitar Rp 215 triliun.
Lebih lanjut, Yusuf mengatakan bahwa kunci dari pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua adalah konsumsi rumah tangga. Kebijakan subsidi ongkos kirim ini akan lebih terasa manfaatnya jika pemerintah bisa menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelas pendapatan menengah ke bawah.
"Yakni melalui penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat dan kebijakan pendukung lainnya secara serentak di momen Ramadhan dan lebaran," pungkasnya.
https://www.youtube.com/watch?v=KaaGKeLgYxY

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
