Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Juni 2021 | 00.21 WIB

Ciptakan Desa Sejahtera, KKP Inisiasi Program 'Kampung Ikan'

Pencari ikan sedang mengais rezeki dengan memancing ikan di sekitar tambak yang tersapu air bah luapan Kali Lamong. (Chusnul Cahyadi/Jawa Pos) - Image

Pencari ikan sedang mengais rezeki dengan memancing ikan di sekitar tambak yang tersapu air bah luapan Kali Lamong. (Chusnul Cahyadi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat di kawasan perdesaan. Salah satunya melalui program 'Kampung Ikan'. 'Kampung Ikan' sendiri merupakan bentuk pengembangan berbagai jenis komoditas tertentu di suatu desa atau daerah tertentu diyakini juga bisa meningkatkan kesejahteraan di kawasan perdesaan.

Kepala Pusat Riset Perikanan KKP Yayan Hikmayani menyebut perdesaan sebenarnya menjadi ujung tombak pembangunan. Sebab, ketika desa menjadi pusat pembangunan maka dampaknya akan menjalar hingga perekonomian nasional.

"'Kampung Ikan' sudah ada, cuma sentuhan menginovasi 'Kampung Ikan' yang sudah ada dan yang akan diadakan supaya berkembang," ujarnya di gedung KKP Jakarta, Selasa (15/6).

Yayan mengungkapkan, jumlah perdesaan di Indonesia sangat besar. Bahkan jika dikembangkan dengan berbagai inovasi budi daya dapat berpotensi menghasilkan produk bernilai tinggi berkualitas ekspor.

"Jumlah desa luar biasa dan jadi potensi besar, 73.000 desa. Ketika kita mampu membuat desa jadi sejahtera maka rakyat sejahtera," tuturnya.

Program 'Kampung Ikan' ini, kata Yayan, diharapkan dapat menjadi fokus kawasan perdesaan dalam meningkatkan kinerja sektor kelautan dan perikanan nasional. "'Kampung Ikan' ini hulu ke hilir bisa dari berbagai masyarajat. Masyarakat setempat seperti apa maunya dan mengangkat kearifan lokal," imbuhnya.

Yayan mengaku, meskipun demikian terdapat hambatan dari berbagai aspek, mulai dari sistem produksi, tenaga atau sumber daya masyarakat (SDM), hingga faktor teknologi. "Teknologi masih tradisional, pemenuhannya untuk kebutuhan sendiri, serapan tenaga kerja masih terbatas, akses teknologi jua apalagi di luar Jawa. Dan sistem usaha skalanya kecil belum terintegrasi huku hilir," tandasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore