
PELAYANAN: Petugas KKP Kelas I Surabaya memeriksa dokumen ICV (international certificate of vaccination) calon jemaah umrah. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha budidaya perikanan di tengah pandemi Covid-19 yang masih menyelimuti. Pendamping Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) Wirdhatul Azizi mengaku, pada awal pandemi, usaha debitur mengalami penurunan.
“Untuk di awal masa pandemi hampir 50-70 persen, tapi alhamdulillah kalau sekarang sudah stabil kembali,” ujarnya, Rabu (11/8).
Sepanjang tahun 2021, terdapat sebelas calon debitur di sektor perikanan. Calon debitur selama pandemi banyak berasal dari subsektor perikanan budidaya, mayoritas komoditas ikan Lele. “Debitur terbanyak ada di wilayah Kabupaten Temanggung, lima debitur. Untuk calon debitur saat ini mayoritas dari Kabupaten Magelang,” ucapnya.
Wirdhatul memaparkan, kendala yang dialami oleh para pelaku sektor perikanan diantaranya ikan yang diproduksi atau dipanen sulit untuk dijual. Namun, setelah tiga bulan awal, pelaku usaha mulai bisa menyesuaikan.
Photo
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha budidaya perikanan di tengah pandemi Covid-19 yang masih menyelimuti. (Dok. KKP)
“Untuk debitur ikan hias Arwana, di masa pandemi ini justru mengalami kenaikan penjualan karena banyak orang yang mengisi waktu luang dengan memelihara ikan hias,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk ikan konsumsi seperti Nila dan Lele, pemasaran dibantu dengan adanya kerja sama program desa saat pandemi yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), dan juga dijual mandiri seperti sebelum pandemi.
Wirdhatul mengatakan, sosialisasi program selama pandemi mengalami perubahan. Di masa pandemi ini, sosialisasi dilakukan dengan cara kunjungan ke lokasi pelaku usaha dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Kemudian, melalui forum atau pertemuan yang bekerjasama dengan dinas perikanan setempat.
“Sosialisasi melalui zoom meeting, ataupun telepon dan WA,” imbuhnya.
Sementara, kemudahan yang ditawarkan kepada calon debitur adalah adanya pendampingan mulai dari awal pengajuan, proses akad dan pencairan, hingga pasca pencairan. Sehingga, diharapkan usaha debitur nantinya berjalan dengan baik, angsuran lancar, dan mengalami perkembangan.
Adapun syarat untuk menjadi debitur, diantaranya, usaha sudah berjalan 1 tahun, merupakan pelaku usaha perorangan atau kelompok atau binaan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait atau bagian dari program srategis KKP. Bisa juga usaha yang dijalankan merupakan usaha sektor perikanan seperti budidaya, pengolahan, pemasaran, dan sebagainya.
Secara administrasi, prosesnya agar menyertakan dokumen-dokumen seperti surat keterangan usaha, fotokopi Kartu Keluarga, buku nikah (jika ada), fotokopi NPWP, fotokopi jaminan, dan dokumen lainnya yang diperlukan. Perlu diperhatikan, calon debitur tidak sedang menikmati program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Dokumen-dokumen tersebut akan disusun menjadi proposal dibantu oleh pendamping bersama dengan dokumen pendukung lain seperti keterangan kapasitas usaha, laporan keuangan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan lainnya,” pungkasnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
