
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.(Nurul)
JawaPos.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia saat ini sudah merata. Hal ini tercermin dari raihan investasi yang besar di luar Pulau Jawa dibandingkan dengan Pulau Jawa.
Menurutnya, sejak Indonesia merdeka investasi di Pulau Jawa itu lebih banyak daripada di luar Jawa. Oleh sebab itu, kata Bahlil, Presiden Joko Widodo memerintahkannya untuk membangun Indonesia dengan Indonesiasentris, pemerataan dari Aceh sampai Papua.
"Pada saat itu sejak tahun 2019, 2020 itu di luar pulau jawa investasi tidak lebih dari 49 persen maka sejak kuartal 3 2021 dan 2022, alhamdulillah investasi di luar pulau Jawa sekarang sudah bagus. Makanya pemerataan pertumbuhan ekonomi itu sudah merata," kata Bahlil saat memberi paparan di hadapan mahasiswa Universitas Kristen Maranatha, Kamis (12/1).
Ia menjelaskan, dulu pertumbuhan ekonomi nasional konsumsinya hanya dikuasai oleh Jawa, meliputi Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Bahkan, tidak heran kemudian ketika ada anak daerah yang masuk Jakarta, Jabar dan Pulau Jawa dan mereka kembali ke daerah asalnya sering dikatakan anak yang sukses
"Padahal di Jakarta belum tentu juga sukses. (anggapan itu) karena ekonomi sudah dikuasai oleh Jawa," jelasnya.
Sementara itu, diberitakan sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa angka kemiskinan dan pengangguran Indonesia tercatat menurun dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2021. Keduanya kompak turun seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik diikuti dengan banyaknya investasi.
“Angka kemiskinan alhamdulillah dari 10,1 persen di 2022 kembali di satu digit 9,54 persen. Angka pengangguran dari 2021-2022 (sebesar) 7,1 persen turun menjadi 5,9 persen karena banyaknya investasi di negara kita,” kata Jokowi dalam pembukaan rapat koordinasi nasional dan musyawarah dewan partai Partai Bulan Bintang (PBB) Tahun 2023 di Jakarta, Rabu (11/1).
Dari sisi investasi, Jokowi menjelaskan sumbangannya terhadap kondisi ekonomi lantaran didorong oleh pemerataan arus modal yang tidak hanya di Pulau Jawa melainkan juga di luar Jawa. Bahkan, menurutnya investasi di luar Jawa saat ini lebih tinggi daripada di Pulau Jawa.
Ia membeberkan di luar Jawa capaian investasi sudah tembus di angka 53 persen pada tahun 2022. Itu artinya, kata Jokowi, investasi di Pulau Jawa pada tahun 2022 hanya sebesar 40 persen.
“Kalau kita melihat porsinya arus modal yang datang ke Pulau Jawa dan luar Jawa, kini di luar Jawa sudah lebih besar daripada di Jawa,” jelasnya.
Menyoal fakta itu, Jokowi mengaku akan terus mendorong pemerataan ekonomi sehingga investasi-investasi akan tumbuh di daerah lain selain Pulau Jawa. Terlebih Indonesia kini memiliki 17 ribu gugusan dan ia mewanti-wanti bahwa investasi dan PDB ekonomi bisa didapat dari daerah-daerah selain Jawa.
Menurutnya, saat ini angka PDB sebanyak 56 persen berada di Jawa. Sementara daerah-daerah lain hanya sisa-sisanya saja.
“Kalau ini (investasi) terus naik besar artinya pemerataan ekonomi tidak hanya di Jawa saja tetapi sudah terjadi di luar Jawa karena kita tahu kita ini punya 17rb pulau. Ini yang ingin terus kita lakukan pemerataan ekonomi,” tandasnya.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
