Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Juni 2026 | 16.07 WIB

Bahlil Jamin Pasokan Gas untuk Industri Aman

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan garansi bahwa pasokan gas domestik aman. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan garansi bahwa pasokan gas domestik aman. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Di tengah kekhawatiran soal pasokan gas, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan garansi bahwa pasokan gas domestik aman. Namun, jaminan ketersediaan ini diiringi masih dibayangi lonjakan harga yang tak terhindarkan akibat turbulensi pasar energi global.

Polemik energi ini menjadi buah bibir setelah kalangan industri dan serikat pekerja menyuarakan keresahan mereka. Merespons hal tersebut, Bahlil menegaskan bahwa akar persoalan saat ini bukan terletak pada kelangkaan barang, melainkan semata-mata pada penyesuaian harga.

"Kalau pasokan, saya pastikan bahwa seluruh kebutuhan domestik untuk gas liquefied natural gas (LNG) kita semua sudah tersedia. Harganya memang ada kenaikan, dan itu bukan hanya di Indonesia. Di dunia pun terjadi hal yang sama," tegas Bahlil saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (8/6).

Sebagai pengambil kebijakan, Bahlil memposisikan kenaikan harga gas domestik sebagai imbas tak terelakkan dari eskalasi harga energi dunia. Pemerintah, menurutnya, tidak tinggal diam dan terus memantau pergerakan pasar untuk memitigasi dampak destruktifnya terhadap iklim industri nasional.

"Secara pasokan semuanya ada. Harganya memang mengalami koreksi karena mengikuti harga dunia. Terkecuali hanya di Indonesia naik, di dunia tidak naik," tambahnya, mencoba meluruskan persepsi publik bahwa fluktuasi ini adalah anomali lokal.

Sementara itu, terkait HGBT, Bahlil memastikan pemerintah tengah memutar otak merumuskan formula terbaik. "Untuk harga HGBT itu memang sesuai dengan keputusan pemerintah. Sampai sekarang kita mencari [skema] agar lebih efisien," paparnya.

Sementara Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, sebelumnya telah melemparkan peringatan keras kepada pemerintah. Ia menyoroti potensi gelombang PHK besar-besaran jika beban biaya energi ini tidak segera dimitigasi.

Tekanan terberat kini dirasakan oleh industri padat karya, seperti manufaktur keramik dan alas kaki yang margin keuntungannya kian tergerus ongkos produksi yang meroket, memaksa mereka menurunkan kapasitas produksi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore