
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan garansi bahwa pasokan gas domestik aman. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Di tengah kekhawatiran soal pasokan gas, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan garansi bahwa pasokan gas domestik aman. Namun, jaminan ketersediaan ini diiringi masih dibayangi lonjakan harga yang tak terhindarkan akibat turbulensi pasar energi global.
Polemik energi ini menjadi buah bibir setelah kalangan industri dan serikat pekerja menyuarakan keresahan mereka. Merespons hal tersebut, Bahlil menegaskan bahwa akar persoalan saat ini bukan terletak pada kelangkaan barang, melainkan semata-mata pada penyesuaian harga.
"Kalau pasokan, saya pastikan bahwa seluruh kebutuhan domestik untuk gas liquefied natural gas (LNG) kita semua sudah tersedia. Harganya memang ada kenaikan, dan itu bukan hanya di Indonesia. Di dunia pun terjadi hal yang sama," tegas Bahlil saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (8/6).
Sebagai pengambil kebijakan, Bahlil memposisikan kenaikan harga gas domestik sebagai imbas tak terelakkan dari eskalasi harga energi dunia. Pemerintah, menurutnya, tidak tinggal diam dan terus memantau pergerakan pasar untuk memitigasi dampak destruktifnya terhadap iklim industri nasional.
"Secara pasokan semuanya ada. Harganya memang mengalami koreksi karena mengikuti harga dunia. Terkecuali hanya di Indonesia naik, di dunia tidak naik," tambahnya, mencoba meluruskan persepsi publik bahwa fluktuasi ini adalah anomali lokal.
Sementara itu, terkait HGBT, Bahlil memastikan pemerintah tengah memutar otak merumuskan formula terbaik. "Untuk harga HGBT itu memang sesuai dengan keputusan pemerintah. Sampai sekarang kita mencari [skema] agar lebih efisien," paparnya.
Sementara Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, sebelumnya telah melemparkan peringatan keras kepada pemerintah. Ia menyoroti potensi gelombang PHK besar-besaran jika beban biaya energi ini tidak segera dimitigasi.
Tekanan terberat kini dirasakan oleh industri padat karya, seperti manufaktur keramik dan alas kaki yang margin keuntungannya kian tergerus ongkos produksi yang meroket, memaksa mereka menurunkan kapasitas produksi.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
