
Sesmenko Perekonomian Susiwijono
JawaPos.com - Kondisi masyarakat saat ini begitu terpukul dengan naiknya sejumlah harga komoditas. Mulai dari minyak goreng hingga bahan bakar minyak (BBM).
Hal ini pun segera direspons pemerintah dengan memberikan sejumlah bantuan sosial (bansos). Salah satunya adalah dengan skema bantuan langsung tunai minyak goreng (BLT migor). Sekretaris Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menilai bahwa bantuan ini bukan berarti pemerintah hanya memperhatikan kelompok menengah bawah.
"Pemerintah di dalam membantu masyarakat sudah menyiapkan banyak sekali skema program bantuan dan memang masing-masing tingkat masyarakat sudah ada alokasi bantuan masing-masing," terang dia dalam media briefing secara daring, Jumat (8/4).
Dia mengatakan, untuk desil 1 sampai 4 yang merupakan kelompok dengan kondisi sangat miskin dan rentan miskin diberikan sejumlah program bantuan. Diantarnya, BPNT, Kartu Sembako, PKH non BPNT, hingga BLT Desa.
"Banyak sekali program yang termasuk, salah satunya yang BLT minyak goreng. Ini karena sasarannya adalah untuk meringankan beban dan menjaga daya beli masyarakat di segmen itu," tuturnya.
Sementara untuk desil 5 dan 6 yang masuk dalam kelompok menengah, pemerintah memiliki program bantuan subsidi upah (BSU) sebesar Rp 1 juta untuk 8,8 juta pekerja dengan penghasilan di bawah Rp 3,5 juta. Jadi, kata Susiwijono, tidak ada masyarakat yang dianaktirikan.
"Tidak hanya ada di level 1 sampai 4 saja atau di masyarakat yang di level bawah saja, tapi pemerintah juga memikirkan justru kadang yang di level menengah ini kita juga harus perkuat daya belinya karena juga jumlahnya sangat banyak sekali," tambahnya.
Selain itu, pemerintah saat ini juga sedang mempersiapkan beberapa bantuan yang lain, terutama untuk masyarakat di tingkat menengah. Salah satunya kemungkinan adalah BPUM (bantuan produktif usaha mikro). "Di level menengah ini yang juga rentan terhadap berbagai dinamika global dan kenaikan harga tadi. INi sedang kita siapkan juga skema bantuan yang lain," pungkas Susiwijono.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
